Solok, Rakyatterkini.com – Gunung Talang di Kabupaten Solok semakin menjadi destinasi favorit para pendaki, terutama setelah sejumlah jalur pendakian gunung lain di Sumbar ditutup.
Hal ini terlihat pada momentum peringatan HUT ke-80 RI, di mana lebih dari 5.000 pendaki memilih merayakan kemerdekaan di gunung yang dikenal dengan pemandangan kawah dan danaunya tersebut.
Ketua Posko Pendakian Gunung Talang via Bukik Bulek, Syairun, mengingatkan seluruh pendaki agar mematuhi aturan, terutama larangan mendekati area kawah demi keselamatan.
“Sejak awal kami sudah mengimbau agar pendaki tidak mendekati kawah. Itu untuk menjaga keselamatan mereka sendiri,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok juga telah memasang sejumlah rambu peringatan di kawasan puncak. Imbauan tersebut meliputi larangan mendirikan tenda dalam radius 500 meter dari kawah, tidak mendaki saat cuaca ekstrem, tetap mengikuti jalur resmi, serta tidak membuat konten atau berfoto di sekitar kawah maupun tebing curam. Pendaki juga diminta menyiapkan perlengkapan pelindung diri seperti jaket tahan air, sarung tangan, dan topi.
Terkait kabar adanya pendaki yang dikenakan sanksi blacklist karena mendekati kawah, pihak posko membantah hal tersebut.
“Isu mengenai adanya kebijakan blacklist tidak benar. Informasi yang beredar hanya sebatas wacana diskusi, bukan keputusan resmi,” tegas Syairun.
Ia menambahkan, hingga kini tidak ada kebijakan blacklist bagi pendaki di jalur Gunung Talang. “Kami mohon maaf bila isu tersebut menimbulkan salah paham. Saat ini, yang terpenting adalah semua pendaki mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” jelasnya.
Dengan demikian, pihak posko berharap seluruh pendaki tetap mengutamakan keamanan, khususnya dengan menghindari kawasan kawah aktif Gunung Talang.(da*)


