Notification

×

Iklan

Pasaman Barat Siap Sambut 60 Ribu Wisatawan Tahun 2025

Senin, 25 Agustus 2025 | 18:29 WIB Last Updated 2025-08-25T11:29:00Z

Objek wisata pohon seribu Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat

Pasaman Barat, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di berbagai destinasi wisata. 

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung sekaligus mendukung target kunjungan wisatawan pada 2025.

“Setiap kali bertemu dengan Pokdarwis maupun pihak nagari, kami selalu melakukan evaluasi rutin,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, di Simpang Empat, Minggu (24/8). Ia berharap dana pembinaan Pokdarwis dapat dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025 agar pelatihan dan penguatan kapasitas kelompok bisa dilakukan minimal dua kali setahun. 

“Pelatihan meliputi kebersihan, kenyamanan pengunjung, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk menunjang layanan wisata,” tambah Afrizal.

Pada 2024, Pasaman Barat mencatat lebih dari 40 ribu kunjungan wisatawan. Untuk 2025, pemerintah daerah menargetkan 60 ribu kunjungan. Peran Pokdarwis dianggap krusial dalam pencapaian target ini. Beberapa Pokdarwis di kawasan wisata seperti Sasak, Sikabau, dan Air Bangis telah siap menjaga kenyamanan pengunjung.

Kabupaten ini memiliki sejumlah destinasi pantai yang terus dibenahi, antara lain Pantai Katiagan, Mandiangin, Muaro Bingung Kinali, Pantai Sasak, Pantai Indah Maligi, dan Pantai Air Bangis. 

Pantai Air Bangis di Kecamatan Sungai Beremas, sekitar 70 km dari Simpang Empat, menawarkan panorama laut yang indah serta kegiatan ekonomi kreatif, seperti sulaman benang emas (bonang omeh), pengolahan ikan asin, dan kerajinan batik di Desa Baru.

Sementara itu, Pantai Sasak dan Pantai Indah Maligi di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia memiliki pemandangan eksotis berupa hutan pohon seribu dan pohon mahoni di tepi pantai, serta sajian kuliner khas seperti gulai sabo, ikan sobam panggang, dan rendang lokan.

 Pantai Maligi juga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan konservasi lingkungan dan penyu.

Afrizal menegaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus utama. Para pengelola wisata akan terus dibina agar mampu menciptakan destinasi yang bersih, ramah, dan menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update