Notification

×

Iklan

PAN Copot Eko Patrio dan Uya Kuya sebagai Anggota DPR RI, Manuver Politik Zulhas di Tengah Dinamika Nasional

Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:22 WIB Last Updated 2025-08-31T10:22:02Z

Eko Patrio dan Uya Kuya dicopot jadi anggota DPR RI.

Jakarta, Rakyatterkini.com — Peta politik Senayan kembali bergejolak. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan resmi menonaktifkan dua kader populernya, Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, dari keanggotaan DPR RI Fraksi PAN.

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Zulhas bersama Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, dan berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025.

“Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan untuk menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo dan Saudaraku Surya Utama sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PAN DPR RI,” tulis Zulhas dalam keterangan persnya, yang dibacakan Viva Yoga, Minggu (31/8/2025).

Langkah Zulhas ini mengejutkan banyak pihak, mengingat baik Eko Patrio maupun Uya Kuya adalah figur publik dengan popularitas tinggi di jagat hiburan yang berhasil masuk ke Senayan lewat jalur PAN.

Namun, alih-alih mempertahankan dua “artis politik” tersebut sebagai modal elektoral, Zulhas memilih sikap tegas. 

Dalam pernyataannya, Zulhas juga menekankan agar masyarakat tidak terjebak pada kegaduhan politik. Ia meminta publik untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersikap tenang, sabar dan mempercayakan secara penuh kepada pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini secara tepat, cepat dan selalu berpihak kepada rakyat serta untuk kemajuan bangsa Indonesia ke depan,” kata Zulhas.

Pernyataan ini dibaca banyak pengamat sebagai sinyal kuat, PAN tengah merapatkan barisan mendukung Prabowo di tengah dinamika politik nasional.

Zulhas menegaskan, partainya tidak akan berhenti memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen. Ia menekankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan akan tetap dijalankan secara efektif.

“PAN juga berkomitmen untuk terus mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menjadi kebijakan pemerintah yang bermanfaat langsung bagi rakyat,” ujarnya.

Keputusan menonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dinilai sebagai pesan bahwa PAN tidak ingin hanya dikenal sebagai partai penghibur dengan kader artis, tetapi ingin menegaskan keseriusan di panggung politik.

Pengamat politik menilai langkah Zulhas ini bukan sekadar manuver internal, melainkan konsolidasi strategis. Dengan merapikan barisan, PAN berusaha menghindari risiko citra partai yang hanya menonjolkan popularitas personal tanpa kontribusi substantif di Senayan.

Di sisi lain, tidak sedikit yang menilai ini sebagai bentuk “pembersihan politik” untuk menunjukkan loyalitas penuh PAN kepada pemerintahan Prabowo, sekaligus mengirim sinyal bahwa partai ini siap memainkan peran lebih besar dalam dinamika koalisi.

Apapun motifnya, keputusan menonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya jelas mengubah peta wajah PAN di Senayan — dari partai yang dulu kerap mengandalkan popularitas selebritas, menuju partai yang ingin tampil lebih solid, serius, dan sepenuhnya berada di garis politik kekuasaan. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update