Padang, Rakyatterkini.com – Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356, Padang Fashion Summit 2025 menggelar acara puncaknya di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center pada Minggu (3/8/2025). Kegiatan ini merupakan inisiatif Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang yang bertujuan menggali potensi desainer muda, memperkenalkan produk lokal, serta melestarikan kekayaan budaya Minangkabau melalui sentuhan fesyen modern.
Setelah melalui proses seleksi ketat terhadap ratusan karya, terpilih 20 finalis yang berkesempatan menampilkan koleksi busana mereka di hadapan dewan juri dan para undangan. Keseluruhan desain mengangkat tema besar sulaman khas Kota Padang, menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan inovasi.
Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Ny. Harneli Mahyeldi, secara resmi membuka acara dan menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Dekranasda Kota Padang dalam memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya Minangkabau, sudah sepatutnya kita terus mengangkat nilai-nilai budaya itu dalam bentuk yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Harneli dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Padang Fashion Summit sejalan dengan tema HJK tahun ini, yakni “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, yang tak hanya mengangkat potensi kuliner lokal, tetapi juga memperluas cakupan pengalaman budaya dari seni, makanan, hingga fesyen.
Lebih dari sekadar pertunjukan busana, ajang ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor—menghubungkan desainer, akademisi, pengrajin, hingga pelaku industri fesyen baik dari dalam maupun luar negeri. Diharapkan, dari acara ini akan lahir para desainer muda Minangkabau yang mampu bersaing secara nasional dan internasional, tanpa kehilangan akar budayanya.
“Gunakan kesempatan ini sebagai pijakan untuk terus berkarya dan membawa harum nama daerah di kancah yang lebih luas,” tutup Harneli.
"Menyulam Langkah" Raih Juara Pertama
Sebelum mencapai babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kompetisi Padang Young Design Competition 2025, sekaligus mendapatkan pelatihan intensif dari para desainer profesional. Mereka dibekali kemampuan merancang konsep serta mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam desain busana kontemporer.
Proses ini menantang kreativitas sekaligus ketekunan para peserta, khususnya dalam mengolah detail sulaman yang memerlukan presisi dan kesabaran tinggi.
Dari 20 finalis, Tasya Zita berhasil menyabet gelar Juara I lewat karyanya yang berjudul “Menyulam Langkah”. Gaun rancangannya tampil memikat di atas panggung, dibawakan dengan percaya diri oleh sang model, sehingga memperkuat nilai artistik dan filosofi desainnya.
Karya Tasya terinspirasi dari motif tradisional Sulam Sisiak Ikan, warisan budaya khas Minangkabau yang kini mulai jarang dijumpai. Ia memadukan elemen tersebut dengan pendekatan desain minimalis dan modern bergaya edgy, menciptakan busana yang tetap berakar pada tradisi namun tampil relevan di era kini.
“Motif sulam ini biasanya hanya ditemukan pada selendang adat Koto Gadang. Saya ingin membawanya kembali dalam bentuk yang lebih kasual dan sesuai dengan gaya generasi muda,” ungkap Tasya setelah pengumuman pemenang.
Ia menjelaskan bahwa “Menyulam Langkah” merupakan refleksi perjalanan anak muda dalam menemukan jati diri, dengan motif-motif abstrak sebagai simbol dari pikiran yang dinamis dan terus berkembang.
“Hidup itu tidak selalu lurus. Namun setiap prosesnya menyimpan makna yang dalam,” tambahnya.
Sebagai pemenang utama, Tasya mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp10 juta dari Dekranasda Kota Padang.
Daftar Pemenang Padang Fashion Summit 2025
Juara I: Tasya Zita
Juara II: Salsabila Hadrat
Juara III: Rizka Afriyuni
Desain Favorit: Chintya Atmajayanti
Best Sewing: Hakim Arif Billah
Best Concept: Hengki Romeo(da*)


