Notification

×

Iklan

Muhadarah PPMINI Hadirkan Format Baru, Santri Antusias

Jumat, 01 Agustus 2025 | 11:49 WIB Last Updated 2025-08-01T04:49:00Z

Muhadarah PPMINI Hadirkan Format Baru

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com— Suasana di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas (PPMINI) tampak semakin semarak pada Rabu malam (30/7/2025), saat kegiatan rutin Muhadarah kembali digelar. Agenda ini merupakan ajang pelatihan pidato dan ceramah yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berbicara, retorika, serta pendalaman materi keagamaan bagi para santri.

Kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga 22.00 WIB. Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta maupun pengasuh pondok yang turut menyaksikan jalannya acara.

Yang menjadi sorotan pada pelaksanaan kali ini adalah dimulainya babak sistem gugur untuk jenjang Aliyah. Sistem ini terdiri dari dua tahap, yaitu play-ins dan semifinal upper bracket. Babak play-ins diikuti oleh santri yang mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan di babak penyisihan, sementara semifinal upper bracket diisi oleh santri yang telah meraih dua kemenangan beruntun.

Ketua pelaksana Muhadarah, Tuo Riski Candra, mengungkapkan bahwa sistem baru ini membawa angin segar bagi semangat santri. “Saya melihat semangat para peserta meningkat dibanding sebelumnya. Kami juga menyiapkan bagan pertandingan yang akan dipajang di lingkungan pondok sebagai bentuk transparansi dan semangat kompetisi. Semoga inovasi ini membuat santri lebih nyaman dan termotivasi,” tuturnya.

Pimpinan PPMINI, Tuo Abdul Jamil Al Rasyid, turut menyampaikan kebahagiaannya atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia menganggap malam Muhadarah sebagai malam penuh keberkahan. “Program ini sangat istimewa, karena merupakan warisan dari almarhum ayah saya, H. Sulkani TK Sutan, pendiri PPMINI. Beliau selalu menekankan pentingnya kegiatan positif seperti ini untuk membentuk karakter santri yang tangguh dan cakap,” ujarnya dengan suara terbata.

Tak lupa, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para alumni dan para guru senior (guru tuo) yang telah mendukung kelangsungan program ini. “Peran guru tuo sangat besar dalam membimbing para santri, baik dalam pengajaran mengaji maupun dalam kegiatan Muhadarah. Semangat perjuangan yang diwariskan oleh pendiri pondok adalah amanah yang harus terus kita jaga bersama,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update