Padang, Rakyatterkini.com – Minang Geopark Run (MGR) edisi keenam resmi diluncurkan dalam suasana semangat pagi di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Minggu (3/8/2025). Acara ini diawali dengan kegiatan lari santai dan konferensi pers yang turut menandai dibukanya pendaftaran peserta untuk MGR 2025.
Ajang tahunan ini kembali digelar sebagai bentuk dukungan terhadap promosi kawasan geopark di Sumatera Barat, terutama Geopark Ngarai Sianok yang saat ini tengah dalam proses pengajuan sebagai bagian dari Jaringan Geopark Global UNESCO (UNESCO Global Geoparks/UGGp).
Pendaftaran peserta dibuka melalui laman resmi [https://minang.geoparkrun.com](https://minang.geoparkrun.com), dengan penawaran harga spesial early bird yang tersedia dari 3 hingga 15 Agustus 2025. MGR 2025 menawarkan berbagai kategori lomba, antara lain:
* 5K Pelajar
* 5K Umum
* 10K Umum
* 21K Umum
* 21K Master
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Minang Geopark Run telah berkembang menjadi ajang kolaboratif yang menggabungkan pelestarian lingkungan, edukasi geologi, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan geopark.
Sejak pertama kali digelar pada 2018 dengan partisipasi 1.000 pelari, MGR terus menunjukkan konsistensinya. Tahun 2019, MGR tampil dalam format ultra marathon dan marathon yang menjelajahi dua kabupaten dan berakhir di Bukittinggi. Meski pandemi melanda, MGR tetap berjalan dengan skala terbatas dan protokol ketat, seperti pada edisi 2021 di Lembah Harau dan Payakumbuh yang hanya diikuti 357 peserta pilihan.
Tahun 2022, event kembali terbuka untuk umum dan digelar di kawasan Sijunjung dan Silokek dengan jumlah peserta mencapai 600 orang dari dalam dan luar negeri. Antusiasme makin meningkat pada 2023, dengan keikutsertaan 1.500 pelari yang mengeksplorasi keindahan geowisata Bukittinggi.
Tak hanya di Sumatera Barat, MGR juga memperluas jangkauan dengan menggelar exhibition run di lokasi geopark nasional lainnya, seperti di Belitung dan Ciletuh (2020), serta Ijen (2021), yang turut diikuti ratusan pelari untuk mengeksplorasi potensi geopark sebagai destinasi wisata unggulan.
Dalam sambutannya, Yv Tri Saputra menegaskan bahwa Minang Geopark Run bukan sekadar ajang lomba, melainkan langkah nyata membangun ekosistem sport tourism yang berkelanjutan dan berdaya bagi masyarakat lokal.
“Minang Geopark Run lahir dari gagasan sederhana: menjadikan olahraga lari sebagai jembatan yang menghubungkan manusia, alam, dan pariwisata. Tahun ini, kami ingin lebih gencar menyuarakan dukungan untuk Geopark Ngarai Sianok agar diakui dalam jejaring global UNESCO,” ujar Yv.
Melalui MGR 2025, semangat eco sport tourism terus dikuatkan—mengusung prinsip edukasi, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan komunitas. Hal ini sejalan dengan visi Sumatera Barat sebagai provinsi yang menjadikan konservasi sebagai fondasi utama pengembangan sektor pariwisata.(da*)


