Notification

×

Iklan

Meriah, Pekan Budaya Barantang 2025 Padukan Tradisi dan Ekonomi

Senin, 25 Agustus 2025 | 06:34 WIB Last Updated 2025-08-25T00:33:16Z

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, membagikan hadiah bagi para pemenang.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pekan Budaya Desa Sijantang (Barantang) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (23/8). Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, hadir langsung menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 20 Agustus. 

Penutupan dimeriahkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba serta hiburan permainan kim berhadiah puluhan doorprize dari berbagai sponsor.

Gelaran tahun ini menyuguhkan perpaduan apik antara pelestarian tradisi dan geliat ekonomi masyarakat. Ragam acara yang ditampilkan antara lain arakan barantang, bazaar UMKM, demonstrasi kuliner tradisional seperti lamang sipuluik dan sarikayo, hingga peragaan busana kuruang basiba. Sejumlah lomba tradisional maupun modern juga ikut meramaikan suasana peringatan HUT ke-80 RI di Desa Sijantang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menekankan pentingnya kegiatan berbasis budaya. Menurutnya, selain menjaga identitas lokal, acara ini juga memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pekan Budaya Barantang membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan seiring dengan kemajuan. Selain melestarikan warisan budaya, kegiatan ini juga membuka ruang bagi UMKM, terutama di bidang kuliner dan kerajinan, untuk tumbuh dan berkembang. Pemerintah Kota Sawahlunto tentu akan terus memberi dukungan,” ujar Riyanda.

Ia menambahkan, penguatan kegiatan budaya menjadi bagian dari strategi Pemko Sawahlunto dalam mewujudkan kota yang berdaya saing, inovatif, namun tetap berpijak pada akar tradisi lokal.

Antusiasme warga terlihat sepanjang acara. Selain menjadi hiburan, Pekan Budaya Barantang juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Minangkabau di Sawahlunto.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Pemkot berharap tradisi Barantang tidak hanya menjadi kenangan seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi kreatif, pariwisata, sekaligus pemberdayaan masyarakat desa. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update