Notification

×

Iklan

Lindungi Warisan Bangsa, ANRI dan Wirawati Sepakati Pelestarian Arsip Perempuan Pejuang

Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:29 WIB Last Updated 2025-08-29T02:31:19Z

Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, usai menjalin kerjasama dengan Ketua Umum Wirawati Catur Panca, Pia Feriasti Megananda.

Jakarta, Rakyatterkini.com - Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Organisasi Wirawati Catur Panca (WCP) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelestarian dan digitalisasi arsip pahlawan perempuan Indonesia. 

Kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi dan mempermudah akses terhadap arsip tokoh-tokoh penting seperti R.A. Kartini, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Maria Walanda Maramis, dan Martha Christina Tiahahu, serta tokoh perempuan lainnya yang berjasa dalam perjuangan bangsa.

Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menjaga warisan sejarah perempuan Indonesia agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

“Arsip bukan sekadar dokumen masa lalu, tapi juga sumber inspirasi masa depan. Kami ingin nilai perjuangan para pahlawan perempuan terus dikenang dan diteruskan,” ujarnya.

Mego juga menegaskan pentingnya pelestarian arsip demi menjaga jejak perjalanan sejarah bangsa. Ia menyampaikan bahwa ANRI akan terus membuka kerja sama lintas sektor untuk mendukung pelestarian ini.

Ketua Umum Wirawati Catur Panca, Pia Feriasti Megananda, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, arsip bukan hanya dokumen, tetapi juga simbol perjuangan dan semangat perubahan yang harus diwariskan.

“Nilai-nilai kepahlawanan perempuan harus terus mengalir ke generasi muda Indonesia,” tegasnya.

Kerja sama ini mencakup penyelamatan, pelestarian, restorasi arsip, wawancara sejarah lisan, pembinaan kearsipan di lingkungan Wirawati, serta program lainnya yang disepakati bersama. Implementasi MoU akan ditindaklanjuti melalui perjanjian resmi untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk pendanaan dan evaluasi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya memaknai 80 tahun kemerdekaan Indonesia dengan menjaga sejarah sebagai pemersatu bangsa. Ia mengingatkan bahwa banyak negara gagal mempertahankan keutuhannya karena mengabaikan sejarah dan budaya.

“Arsip adalah kekayaan nasional. Tanpa arsip, sejarah bisa hilang,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kerja keras ANRI dan menyebut lima arsip Indonesia yang telah diakui UNESCO, termasuk surat-surat R.A. Kartini.

Fadli menyoroti nilai besar dari 179 surat Kartini yang ditulis dalam usia muda, namun mampu mengangkat martabat perempuan Indonesia jauh sebelum banyak negara lain memberikan hak pilih kepada perempuan.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menganggap pengakuan internasional terhadap surat-surat Kartini sebagai tanggung jawab besar bagi bangsa Indonesia.

Ia juga mengapresiasi Wirawati Catur Panca yang menjadi organisasi perempuan pertama menggagas kerja sama dengan ANRI.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana gagasan emansipasi muncul dalam masa sulit. Semoga perjuangan Kartini terus menjadi inspirasi untuk mendorong kesetaraan gender hingga saat ini,” tutupnya. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update