Notification

×

Iklan

KTNA Sumbar Dorong Sistem Budidaya Padi Murah

Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:33 WIB Last Updated 2025-08-12T05:33:00Z

KTNA Sumbar Dorong Sistem Sawah Pokok Murah untuk Ketahanan Panga

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sumatera Barat bersama para petani dari wilayah Kota Bukittinggi menggelar pertemuan penting dengan tema “KTNA Sumbar Mendukung Program Asta Cita dalam Mewujudkan Sistem Budidaya Padi Sawah Pokok Murah (SPM) dan Lumbung Padi Berlimpah di Sumatera Barat.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi, secara berkelanjutan baik di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para petani Bukittinggi untuk memperluas pengetahuan dan wawasan mereka terkait teknologi dan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan serta efisien.

Program Sawah Pokok Murah (SPM) hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan tingginya biaya produksi pertanian yang selama ini menjadi kendala utama petani. Sistem budidaya ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga dirancang agar lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan, sehingga petani dapat bekerja dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Melalui SPM, para petani diharapkan dapat lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada input produksi yang mahal, serta meningkatkan produktivitas lahan mereka secara signifikan.

Ketua KTNA Sumatera Barat, Ir. Asnal Zakri, MM, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam penerapan sistem SPM di seluruh nagari di Sumatera Barat. KTNA berupaya memperkuat kelembagaan petani dengan memberikan pelatihan teknis yang komprehensif, memfasilitasi akses terhadap sarana produksi, dan menjalin kemitraan strategis agar setiap proses dalam sistem budidaya ini berjalan lancar. “Kami ingin memastikan bahwa upaya ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menciptakan lumbung padi yang berkelanjutan dan berdaulat di Sumatera Barat,” ujar Asnal Zakri.

Lebih lanjut, Asnal menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab petani saja, melainkan sebuah kewajiban bersama seluruh sektor, termasuk kelautan, dalam menjaga kelangsungan rantai pangan nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama memanfaatkan kembali lahan pertanian yang selama ini kurang produktif atau tidak tergarap dengan optimal. Pemanfaatan lahan tersebut, terutama untuk budidaya padi sawah pokok murah, diharapkan dapat mendongkrak produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program SPM merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dunia pertanian saat ini. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk, lahan pertanian yang tersedia justru semakin terbatas. Oleh sebab itu, inovasi dalam sistem budidaya menjadi sangat krusial agar petani tetap bisa menghasilkan panen yang melimpah dengan biaya produksi yang lebih rendah dan cara yang lebih efektif.

Kegiatan ini juga menjadi momentum berharga untuk menguatkan semangat para petani sebagai pahlawan pangan yang memiliki peran vital dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Dengan pendekatan gotong royong dan kolaborasi, seluruh pihak diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada, menjadikan setiap jengkal lahan sebagai aset produktif yang membawa kesejahteraan bersama.

Melalui upaya ini, diharapkan sektor pertanian di Sumatera Barat bisa bangkit kembali dan kembali berjaya, menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus penopang ketahanan pangan nasional. KTNA Sumbar berkomitmen untuk terus berinovasi, membimbing petani dalam menghadapi tantangan zaman, serta memastikan bahwa produksi padi dapat berlangsung secara berkelanjutan demi masa depan pertanian yang lebih cerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update