Notification

×

Iklan

Ketahanan Pangan, Sawah Tak Boleh Alih Fungsi

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 05:46 WIB Last Updated 2025-08-29T22:46:00Z

Menteri Nusron jadi pembicara di acara Demi Indonesia.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya menjaga lahan pertanian produktif agar tetap aman dari alih fungsi. Pernyataan ini disampaikan saat ia menjadi pembicara dalam acara #DemiIndonesia, Wujudkan Asta Cita yang digelar oleh Detikcom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (26/08/2025).

“Ketahanan pangan bergantung pada keberadaan sawah, sementara pembangunan industri dan perumahan sering mencari lahan murah yang biasanya berupa sawah,” ujar Nusron. Ia menegaskan bahwa tugasnya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN adalah menahan laju alih fungsi lahan agar sawah tidak berubah menjadi kawasan industri, perumahan, atau memicu konflik sosial.

Menurut Nusron, sawah produktif yang termasuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak boleh dialihfungsikan. Jika memang ada penggantian lahan, Nusron menekankan bahwa produktivitas lahan pengganti harus setara dengan lahan sebelumnya. “Jika sawah menghasilkan 20 ribu ton dalam setahun, lahan pengganti harus mampu menghasilkan jumlah yang sama, bukan sekadar luasnya setara,” jelasnya.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan penyusutan lahan sawah di Indonesia mencapai 60.000–80.000 hektare per tahun. Nusron menegaskan bahwa kehilangan lahan sawah akan mengancam ketahanan pangan nasional. “Ketahanan pangan membutuhkan sawah. Sawah harus ada sepanjang masa dan tidak boleh tergeser untuk kepentingan lain,” tegasnya.

Acara yang dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih ini menjadi momentum bagi Nusron untuk menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menjaga lahan pertanian produktif. Dengan kerja sama yang baik, laju alih fungsi lahan diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin, sehingga ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Dalam forum tersebut, Menteri Nusron didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Harison Mocodompis, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga Bagas Agung Wibowo, beserta jajaran lainnya. Acara ini bertujuan menyoroti upaya dan program pemerintah serta pemangku kepentingan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update