Notification

×

Iklan

Kementan Dorong Teknologi Genomik untuk Tingkatkan Produksi Ternak dan Ketahanan Pangan

Minggu, 03 Agustus 2025 | 12:05 WIB Last Updated 2025-08-03T05:05:23Z

Dirjen PKH, Agung Suganda, pada forum AGI Summit 2025.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu inovasi di sektor peternakan dengan mendorong pemanfaatan teknologi genomik sebagai strategi nasional. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan produksi ternak dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Komitmen ini ditegaskan Kementan dalam forum AGI Summit 2025 bertema “Genomics Local Impact: Improving Efficiency for Health and Food Security”, yang digelar Sabtu (2/8/2025). Forum ini diselenggarakan oleh Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) dan mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor strategis.

Ketua AGI, Ivan Rizal Sini, menyebut teknologi genomik memiliki potensi besar dalam memajukan sektor pertanian, khususnya subsektor peternakan. Menurutnya, pendekatan genomik sangat relevan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi hewan ternak, terutama dalam program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

“Teknologi genomik sangat dibutuhkan untuk intervensi pada level pembibitan, seperti sapi perah, guna mendorong produksi susu nasional dan menekan impor. Plasma nutfah lokal kita sangat kaya, ini harus dimanfaatkan secara optimal,” kata Ivan.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Kementan bahkan sudah siap melakukan integrasi teknologi genomik ke dalam sistem pembibitan dan produksi ternak nasional.

“Kami siap berkolaborasi. Bukan hanya soal meningkatkan produksi susu dan daging, tetapi juga menjaga kesehatan hewan, yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan manusia,” ujar Agung.

Ia menambahkan, penggunaan data genetik hewan (DNA) bisa mempercepat proses pemuliaan dibanding metode konvensional. Ini memungkinkan seleksi ternak berdasarkan sifat genetik unggul, seperti daya tahan terhadap penyakit dan produktivitas tinggi.

Kementan juga sudah menggandeng sejumlah lembaga, termasuk IPB dan AGI, untuk mengintegrasikan teknologi genomik secara sistematis melalui balai-balai pembibitan.

Dukungan juga datang dari Kementerian Kesehatan. Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pendekatan One Health—konsep yang menggabungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kerangka.

“Banyak patogen berbahaya berasal dari hewan. Jika kita pahami struktur DNA, yang sebenarnya mirip antara manusia, hewan, dan tumbuhan, kita bisa bangun sistem kesehatan yang lebih kokoh,” ujar Menkes Budi.

Kementan menargetkan teknologi genomik menjadi bagian integral dari strategi pembangunan peternakan nasional. Harapannya, Indonesia tidak hanya swasembada protein hewani, tetapi juga mampu bersaing secara global lewat inovasi berbasis sains dan teknologi. (Ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update