Padang, Rakyatterkini.com– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar bersama Satlantas Polresta Padang kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan antara Kereta Api Minangkabau Ekspres dan sebuah minibus yang mengangkut siswi SMA Negeri 10 Padang. Tragedi ini menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.
Olah TKP lanjutan digelar pada Jumat (22/8) pagi, dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Dewi Suriyani. Dalam kegiatan tersebut, tim penyidik menggunakan perangkat Traffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi secara detail kronologi kecelakaan yang terjadi sehari sebelumnya.
“Sehari setelah insiden, kami sudah melakukan olah TKP. Namun kali ini, kami menggunakan TAA agar mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai peristiwa tersebut,” ujar Dewi.
Ia menjelaskan, rekaman dari TAA akan dikirim ke Korlantas Polri untuk diolah menjadi video animasi. Hasilnya kemudian dikembalikan ke Polda Sumbar sebagai bahan analisis. “Dari video itu akan terlihat jelas urutan kejadian. Prosesnya memakan waktu sekitar satu minggu dan nantinya bisa menjadi bahan penyelidikan maupun dasar penegakan hukum,” tambahnya.
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Kamis (21/8) sekitar pukul 11.30 WIB di perlintasan rel kereta Jati Koto Pajang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur. Sebuah mobil Honda Mobilio yang membawa tujuh siswi SMA Negeri 10 Padang tertabrak kereta jurusan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Benturan keras membuat kendaraan terseret hingga 10 meter dari titik tabrakan. Dua penumpang tewas di lokasi, sementara lima lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.(da*)


