Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah kendaraan roda tiga mengalami kebakaran saat berlangsungnya karnaval peringatan Hari Kemerdekaan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepatnya di sisi utara Alun-Alun Kota Bangkalan, Jawa Timur, pada Sabtu (9/8/2025). Insiden ini diduga terjadi akibat mesin kendaraan mengalami overheat yang kemudian memicu percikan api. Percikan api tersebut menyambar tabung bahan bakar yang ada di kendaraan, menyebabkan kobaran api dengan cepat membesar.
Kejadian ini sempat mengagetkan dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga serta peserta karnaval yang tengah menikmati rangkaian acara. Para penonton yang berada di lokasi langsung sigap berusaha memadamkan api dengan menggunakan air dan pasir. Meskipun demikian, api terus membesar sehingga memerlukan penanganan yang lebih serius.
Menurut keterangan saksi mata, kendaraan roda tiga tersebut melaju dari arah barat mengikuti rute karnaval. Secara tiba-tiba, dari bagian mesin muncul percikan api yang langsung menjalar ke tabung bahan bakar yang terpasang di kendaraan. Melihat api yang mulai membesar, pengemudi kendaraan langsung menghentikan laju kendaraannya dan dengan cepat melompat keluar untuk menyelamatkan diri dari bahaya kebakaran.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Pengemudi hanya mengalami luka ringan akibat terkena percikan api saat berusaha keluar dari kendaraan. "Api langsung membakar, pengendara sempat kena sedikit di kakinya, lalu langsung lompat keluar," ungkap Rois Darmawan, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Warga di sekitar lokasi terus berupaya memadamkan api hingga akhirnya api berhasil dikendalikan meski kendaraan roda tiga itu sudah hangus terbakar. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian, kendaraan sudah dievakuasi oleh pemiliknya untuk menghindari gangguan lebih lanjut pada jalannya karnaval dan memastikan keselamatan semua pihak.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan kondisi kendaraan terutama menjelang acara besar yang melibatkan banyak orang agar risiko kecelakaan atau kebakaran dapat diminimalisir. Sementara itu, pihak berwenang setempat juga memastikan bahwa tidak ada korban serius dan menyatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pastinya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(da*)


