Jakarta, Rakyatterkini.com – Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 terjadi di wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada Sabtu (9/8/2025) pukul 18.33 WIB. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 59 kilometer di bawah permukaan bumi.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 6.10 Lintang Utara dan 126.60 Bujur Timur, atau sekitar 233 kilometer sebelah barat laut dari Melonguane. Informasi ini didapat dari pemantauan cepat yang dilakukan oleh BMKG untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan pihak berwenang di wilayah terdampak.
Dalam keterangan resmi yang dirilis, BMKG menuliskan, “Gempa Mag: 5.3, 09-Agu-25 18:33:06 WIB, Lok: 6.10 LU, 126.60 BT (233 Barat Laut MELONGUANE-SULUT), Kedlmn: 59 Km.” Informasi ini disampaikan dengan prioritas pada kecepatan pelaporan, sehingga data yang ada masih bersifat awal dan dapat mengalami perubahan setelah proses verifikasi dan analisis lanjutan.
Hingga saat ini, BMKG belum mengeluarkan laporan resmi mengenai dampak atau kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi. Selain itu, BMKG menegaskan bahwa informasi awal ini dapat berubah seiring dengan bertambahnya data dari lapangan dan hasil pengolahan yang lebih lengkap.
Gempa dengan kedalaman menengah ini berpotensi dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah sekitar Kepulauan Talaud, namun belum ada indikasi kuat bahwa gempa ini menyebabkan kerusakan signifikan atau tsunami. Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan jika merasakan getaran gempa, seperti menjauhi bangunan yang rawan roboh dan mengamankan diri di tempat yang aman.
Pihak berwenang setempat dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan warga serta memberikan bantuan bila diperlukan. BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan yang bisa terjadi setelah gempa utama ini.(da*)


