Notification

×

Iklan

Juli Jadi Bulan Terbanyak Kebakaran di Kabupaten Agam

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 03:04 WIB Last Updated 2025-08-08T20:04:00Z

Ilustrasi

Agam, Rakyatterkini.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa kerugian akibat kebakaran yang terjadi sejak awal tahun hingga 4 Agustus 2025 mencapai angka Rp4,68 miliar. Kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai insiden kebakaran tersebut mencakup rumah tinggal, kebun kelapa sawit, kendaraan, serta sejumlah properti lainnya.

Eki Marlinda, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Damkar Agam, menyampaikan informasi ini dari Lubuk Basung pada Kamis, 7 Agustus 2025. Menurutnya, sepanjang periode Januari hingga awal Agustus, tercatat total 113 kejadian kebakaran yang tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Agam.

Rincian jumlah kejadian kebakaran per bulan adalah sebagai berikut:

* Januari: 5 kejadian
* Februari: 11 kejadian
* Maret: 5 kejadian
* April: 5 kejadian
* Mei: 11 kejadian
* Juni: 28 kejadian
* Juli: 46 kejadian (bulan dengan insiden terbanyak)
* Agustus (hingga 4 Agustus): 2 kejadian

Kebakaran terjadi di 15 dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, dengan Lubuk Basung menjadi daerah yang paling banyak mengalami insiden kebakaran, yakni 19 kali. Diikuti oleh Ampek Angkek dengan 15 kejadian dan Tilatang Kamang sebanyak 13 kali. Sementara itu, kecamatan Palupuh tercatat sebagai satu-satunya wilayah yang tidak mengalami laporan kebakaran selama periode tersebut.

Selain kerugian materiil yang cukup besar, kebakaran juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Dua warga meninggal dunia akibat luka bakar yang serius, dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka yang membutuhkan perawatan medis.

Eki Marlinda menjelaskan bahwa waktu respons petugas Damkar sangat bervariasi tergantung jarak lokasi kejadian dari pos pemadam. “Untuk lokasi yang dekat, petugas bisa tiba di tempat dalam waktu kurang dari dua menit. Namun, untuk lokasi yang jauh, waktu tempuh bisa mencapai 45 menit,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko kebakaran, Satpol PP Damkar Agam secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga aktif menyebarkan surat imbauan dari Bupati Agam yang berisi himbauan penting agar warga tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan. Masyarakat juga diingatkan untuk menjauhkan bahan-bahan mudah terbakar dari sumber api serta selalu memastikan kompor dan instalasi listrik dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah.

Eki menambahkan, kondisi cuaca yang panas dan kering saat ini semakin mempercepat penyebaran api, sehingga edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kebakaran besar. “Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, karena sekali api menyala, sangat cepat menjalar terutama jika cuaca panas,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2024, Kabupaten Agam mencatat 123 kasus kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp19,5 miliar. Pada tahun lalu, dua orang juga meninggal dunia akibat kebakaran, sementara tujuh orang mengalami luka-luka. Data ini menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi salah satu tantangan serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam menjaga keselamatan dan keamanan lingkungan.

Upaya pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan petugas pemadam, serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di Agam pada tahun-tahun mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update