Notification

×

Iklan

Janji Walikota Terancam Luntur, Sawahlunto di Persimpangan Program Pro Rakyat

Minggu, 10 Agustus 2025 | 08:43 WIB Last Updated 2025-08-10T01:43:45Z

 Politisi PAN Sawahlunto, Fatrionaldi, kritik pemerintah kota.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Politisi PAN, Fatrionaldi, menohok pemerintah kota dengan pertanyaan mendasar, mengapa program yang terbukti bermanfaat luas justru dihentikan?

Sorotan tajam itu tertuju pada program seragam sekolah gratis yang di era pemerintahan sebelumnya menjadi simbol dukungan nyata terhadap pendidikan, namun kini hilang dari daftar kebijakan aktif.

“Karena ini menyangkut kebutuhan banyak masyarakat, sebaiknya program ini dilanjutkan kembali. Sesuai dengan janji kampanye saudara wali kota dan wakil wali kota terpilih, bahwa program-program yang baik akan dilanjutkan dan yang kurang akan disempurnakan,” tegas Fatrionaldi, beberapa waktu lalu.

Bagi Fatrionaldi, ini bukan sekadar soal baju seragam, melainkan soal konsistensi janji politik dan kredibilitas kepemimpinan.

Menjawab sorotan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto, Asril, menyebut pihaknya sudah mengajukan program tersebut ke APBD Perubahan. Namun, ia mengakui tantangan besar dalam efisiensi anggaran yang kini membatasi ruang gerak.

Kritik Fatrionaldi tak berhenti di situ. Ia juga mengungkit menurunnya kinerja penanggulangan stunting di Sawahlunto. 

“Peringkat kita turun dibanding daerah lain. Ini alarm keras. Jangan sampai program ini melempem atau bahkan berhenti,” ujarnya.

Baginya, stunting bukan sekadar data di tabel kesehatan, tapi ancaman masa depan generasi.

Isu lain adalah kabar pemotongan gaji petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk membayar sewa rumah dinas. Padahal, mereka diwajibkan tinggal di Pustu agar siap siaga 24 jam melayani warga. 

“Kalau benar, ini harus dihentikan. Kebijakan seperti ini memukul semangat tenaga kesehatan,” tegasnya.

Tiga isu besar keberlanjutan program pro rakyat, penguatan layanan kesehatan, dan komitmen nyata terhadap janji kampanye—bertemu dalam satu benang merah, kepercayaan publik. Dan kepercayaan itu, sekali retak, tak akan mudah kembali.

Karena bagi warga, seragam gratis, penurunan angka stunting, dan tenaga kesehatan yang dihargai bukanlah bonus, melainkan hak dasar yang seharusnya tak pernah dinegosiasikan. (Benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update