Notification

×

Iklan

Jalur Baru Gunung Kerinci di Solok Selatan Hadirkan Hutan Rimba Asli

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 16:34 WIB Last Updated 2025-08-09T12:14:21Z

Pemkab Solok Selatan .lepas tim TMMD.

Padang Aro, Rakyatterkini.com – Jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Kabupaten Solok Selatan kini dapat dinikmati oleh para pecinta alam. Berbeda dengan jalur Kersik Tuo di Kabupaten Kerinci yang terkenal lebih terjal, jalur dari Bangun Rejo, Solok Selatan, menawarkan trek yang lebih landai sekaligus menyuguhkan keanekaragaman ekosistem yang kaya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Haidir, menjelaskan bahwa meski jalur ini memakan waktu tempuh lebih lama, para pendaki akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata dengan keberagaman flora dan fauna yang masih alami.

“Jalur yang ada di provinsi tetangga cenderung ekstrem dan terjal, sementara di sini jalurnya lebih landai dengan ekosistem yang lebih variatif,” ujar Haidir usai melepas tim pembersihan jalur pendakian dalam rangka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Bangun Rejo, Kecamatan Sangir, Jumat (8/8/2025).

Ia menambahkan, keunggulan jalur via Solok Selatan adalah pendaki langsung melewati hutan rimba yang masih asli dan terjaga. Berbeda dengan jalur Kersik Tuo, yang mengharuskan pendaki melewati ladang masyarakat terlebih dahulu sebelum masuk ke kawasan hutan. Karena jalur ini relatif baru dan belum banyak dijamah, suasananya masih bersih dan asri, dengan hutan lumut yang menjadi daya tarik tersendiri.

Saat ini, pendakian melalui jalur Bangun Rejo membutuhkan waktu sekitar empat hari tiga malam. Namun, dengan pengembangan infrastruktur yang sedang dilakukan, diharapkan waktu tempuh bisa dipersingkat menjadi dua hari satu malam.

Kepala Seksi Wilayah IV TNKS, Hadinata Karyadi, menjelaskan bahwa biaya tiket masuk saat ini sekitar Rp 100 ribu karena durasi pendakian yang masih panjang. Namun, seiring dengan pemangkasan waktu pendakian, harga tiket juga akan disesuaikan menurun.

“Izin masuk bisa diperoleh di visitor center. Biaya masih sekitar Rp 100 ribu karena pendakian memakan waktu empat hari tiga malam, tapi nanti akan disesuaikan berdasarkan durasi pendakian,” jelas Hadinata.

Bagi pendaki yang berminat mencoba jalur ini, Hadinata mengimbau untuk menggunakan jasa pemandu dan porter lokal demi keamanan dan keselamatan. Jalur yang masih baru dan cukup panjang ini memerlukan pendampingan agar pendaki tidak mengalami risiko.

“Kami tidak ingin terjadi insiden seperti beberapa waktu lalu di gunung lain, meskipun sudah ada pemandu, apalagi jika pendaki tidak menggunakan pemandu sama sekali. Pemandu akan tersedia melalui komunitas yang dikoordinasi di visitor center lewat kelompok sadar wisata setempat,” pungkasnya. (Alwis)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update