Padang Aro, Rakyatterkini.com – Pembinaan anak-anak dalam pelaksanaan sholat jenazah menjadi perhatian penting untuk dilakukan sejak usia dini. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab generasi muda dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Islam.
Hal tersebut disampaikan oleh Ali Firman dan Sholihin, dua pembimbing aktif dalam kegiatan keagamaan di Kabupaten Solok Selatan, saat ditemui di sela lomba Sholat Jenazah yang digelar di kawasan Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (7/8/2025).
Ali Firman, penyuluh dari Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, menegaskan bahwa pelaksanaan sholat jenazah bukan sekadar penguasaan teknik, melainkan juga membentuk kesadaran dan tanggung jawab anak-anak terhadap ibadah ini.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mampu menampilkan kemampuan terbaiknya dalam melaksanakan sholat jenazah dan mengkafani jenazah sesuai syariat,” ujarnya.
Menurut Ali Firman, kendala utama dalam pembelajaran sholat jenazah dapat diatasi jika proses bimbingan dilakukan dengan tepat, dengan penekanan pada arahan dan pemahaman sejak awal. Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif menanamkan nilai pentingnya sholat jenazah sejak kecil.
“Pembelajaran sejak dini akan membentuk kebiasaan dan kesadaran yang tumbuh dari hati anak-anak, sehingga saat dewasa mereka akan menjalankan ibadah ini dengan ikhlas,” tambahnya.
Sementara itu, Sholihin, guru pendamping dari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, menyoroti aspek mental yang menjadi tantangan utama dalam mempersiapkan anak-anak.
“Tantangan terbesar adalah membangun keberanian dan kekompakan mereka saat menjalankan prosesi sholat jenazah. Kami harus terus memotivasi agar mereka tidak merasa minder atau takut,” jelasnya.
Untuk itu, Sholihin menerapkan latihan rutin setiap Senin dan Rabu agar anak-anak terbiasa menghadapi situasi nyata di masyarakat. Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan dukungan melalui fasilitasi lomba-lomba sejenis.
“Lomba seperti ini membuat anak-anak semakin bersemangat belajar dan dampaknya sangat positif bagi masyarakat. Mereka akan siap membantu ketika ada jenazah di lingkungan mereka,” ujar Sholihin.
Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa pembinaan sholat jenazah sejak dini tidak hanya mengajarkan keterampilan keagamaan, tetapi juga membangun empati, rasa tanggung jawab sosial, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Lomba sholat jenazah ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini juga sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, “Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz,” yang turut mengajarkan penyelenggaraan jenazah di setiap rumah tahfidz. (Alwis)


