Notification

×

Iklan

BMKG, Asap Karhutla Tak Sampai Malaysia dan Singapura

Rabu, 13 Agustus 2025 | 08:07 WIB Last Updated 2025-08-13T01:39:18Z

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Limapuluh Kota.

Limapuluh Kota,  Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hingga awal Agustus tahun ini tidak ditemukan adanya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menyebar hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, di Jakarta pada Selasa, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan citra satelit yang dapat mengukur arah serta kecepatan angin di berbagai lapisan atmosfer.

Informasi dari citra satelit tersebut kemudian dipadukan dengan data titik panas (hotspot) dan titik api (fire spot) yang terdeteksi di daerah rawan, terutama enam provinsi prioritas: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

“Hotspot itu artinya panas tapi belum terbakar, sedangkan fire spot menandakan adanya api. Data ini kami analisis untuk memprediksi kemungkinan asap bergerak menyeberang ke wilayah negara lain, dan sejauh ini tidak ditemukan,” ujarnya.

Hasil pemantauan terkini menunjukkan masih ada sejumlah hotspot di wilayah barat Indonesia, namun asap yang muncul tipis dan tidak sampai keluar wilayah negara. BMKG terus melakukan pemantauan harian untuk memastikan situasi tetap aman.

Guswanto menambahkan, meskipun musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di beberapa daerah, kebakaran tidak akan terjadi jika tidak ada pemicu, misalnya pembakaran lahan, puntung rokok yang dibuang sembarangan, atau api unggun.

Karena itu, patroli pencegahan di lapangan tetap menjadi langkah penting. BMKG juga menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berisiko memicu asap lintas batas.

Kerja sama antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak berwenang di ASEAN untuk memastikan informasi ini terintegrasi dan bisa segera ditindaklanjuti,” kata Guswanto. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update