Notification

×

Iklan

Bendungan Jragung Ditargetkan Rampung September 2026

Senin, 11 Agustus 2025 | 17:00 WIB Last Updated 2025-08-11T10:00:00Z

Kementerian PU menargetkan pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang rampung pada September 2026.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan target penyelesaian pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada September 2026 mendatang. Proyek strategis ini diharapkan menjadi tulang punggung utama dalam mendukung pengembangan daerah irigasi baru yang kini tengah dalam tahap persiapan, guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah sekitarnya.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa proses impounding atau penggenangan air di bendungan tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026. Dengan demikian, pemanfaatan air dari bendungan bisa segera digunakan untuk pencetakan sawah baru yang direncanakan mulai pada awal 2027. “Kami menyebut Bendungan Jragung sebagai irigasi premium karena keberadaan bendungan yang terintegrasi dengan jaringan irigasi memungkinkan petani melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun,” ujar Dody dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (11/8/2025).

Pembangunan Bendungan Jragung sendiri telah dimulai sejak Oktober 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 90 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 451 hektare. Lokasinya berada di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, yang strategis untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian di sekitarnya.

Manfaat utama dari bendungan ini adalah sebagai penyedia air untuk Daerah Irigasi Jragung yang mencakup lahan seluas 4.528 hektare, tersebar di Kabupaten Demak dan Grobogan. Selain itu, Bendungan Jragung juga berfungsi sebagai sumber air baku dengan kapasitas distribusi mencapai 1.000 liter per detik. Distribusi air baku ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kota Semarang sebanyak 400 liter per detik, Kabupaten Grobogan 250 liter per detik, dan Kabupaten Demak sebesar 350 liter per detik.

Tidak hanya berperan sebagai sumber irigasi dan air baku, Bendungan Jragung juga didesain sebagai infrastruktur pengendali banjir dengan cakupan wilayah yang dapat dilindungi seluas 3.858 hektare. Fungsi ini sangat penting untuk meminimalisasi risiko kerusakan akibat banjir di kawasan sekitarnya, yang selama ini kerap mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem.

Selain manfaat utama tersebut, bendungan ini memiliki potensi pengembangan energi terbarukan. Bendungan Jragung direncanakan akan dikembangkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas sebesar 90 megawatt (MW). Tak hanya itu, juga akan ada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan kapasitas sekitar 1,4 MW, yang akan mendukung kebutuhan listrik daerah setempat dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Sudarto, menambahkan bahwa keberadaan bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut melalui pola tanam padi-padi-palawija. Pola tanam ini memungkinkan petani untuk memaksimalkan hasil panen dengan menggunakan air irigasi yang optimal dari bendungan, sehingga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di daerah itu dapat meningkat secara signifikan.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, pembangunan Bendungan Jragung diharapkan dapat menjadi proyek yang mendukung pertumbuhan ekonomi regional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah terus berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital ini guna memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update