Notification

×

Iklan

Andre Rosiade Dorong Revitalisasi Pasar Silungkang dengan APBN

Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:44 WIB Last Updated 2025-08-27T10:44:00Z

Andre Rosiade ditemani Wako Sawahlunto Riyanda Putra meninjau Pasar Silungkang yang terbakar.

Sawahlnto, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau kondisi Pasar Silungkang di Kota Sawahlunto yang mengalami kebakaran, Senin (11/8/2025). Ia menyatakan kesiapannya memfasilitasi perbaikan atau revitalisasi pasar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Andre menjelaskan, bila revitalisasi menggunakan dana APBN, pemerintah pusat bisa langsung menangani pembangunan, namun sertifikat aset pasar harus dialihkan ke Pemko Sawahlunto. Sebaliknya, bila menggunakan dana CSR, prosesnya akan lebih lama karena jumlah dana yang tersedia tidak sebesar bantuan APBN. Pernyataan ini disampaikan Andre saat meninjau Pasar Silungkang bersama Walikota Sawahlunto Riyanda Putra, Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, Sekda Rovanly Abdams, dan perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Andre menegaskan bahwa syarat revitalisasi dengan APBN adalah status kepemilikan tanah harus menjadi milik pemerintah daerah. Saat ini, tanah Pasar Silungkang masih tercatat sebagai aset nagari. Oleh karena itu, Andre meminta pemerintah nagari dan Pemko Sawahlunto duduk bersama untuk menyepakati alih kepemilikan tanah agar proses revitalisasi bisa berjalan.

“Kalau memang ingin dibantu melalui APBN, aturannya jelas. Nagari dan Pemko perlu merapatkan masalah ini, nanti kabari saya. Saya siap membantu sebagai anggota DPR dan juga sebagai urang Sumando,” ujar Andre, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Kebakaran yang menimpa Pasar Silungkang menghanguskan 68 kios pedagang. Api diduga berasal dari lantai dasar akibat kardus yang terbakar, lalu merembet ke lantai dua dan menghancurkan puluhan kios.

Menanggapi tawaran Andre, pihak nagari menyatakan akan membahasnya lebih lanjut dengan Pemko Sawahlunto. Ketua KAN, Yusri, mengatakan, “Bangunan ini milik pemda, tapi tanahnya masih nagari. Total aset di pemda sekitar Rp4,2 miliar. Agar bisa dibantu, aset ini harus dikembalikan ke nagari dulu, kemudian dibuat kesepakatan baru. Jika itu terjadi, Pak Andre bisa memfasilitasi revitalisasi.”

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, memahami revitalisasi Pasar Silungkang memerlukan anggaran besar. Menurutnya, dana CSR tidak akan mencukupi sehingga APBN menjadi opsi penting. Riyanda berjanji akan membahas status tanah pasar dengan pihak nagari agar ke depannya ada kepastian dan proses revitalisasi bisa berjalan lancar. “Kalau pakai CSR, tidak akan sebesar bantuan dari APBN. Nanti kita rapatkan lagi,” katanya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update