Notification

×

Iklan

Sumbar Siap Jadi Pusat Keuangan Syariah Nasional

Kamis, 28 Agustus 2025 | 03:44 WIB Last Updated 2025-08-27T20:44:00Z

Mahyeldi saat membuka Minangkabau Sharia Investment (MiSI) 2025 


Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai provinsinya memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Sebagai langkah awal, ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi investasi syariah di kalangan masyarakat.

Mahyeldi mengingatkan bahwa sekitar 98 persen penduduk Sumbar beragama Islam dan menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), yang sejalan dengan prinsip keuangan syariah. Namun, rendahnya pemahaman membuat sebagian masyarakat rentan terjerumus ke praktik investasi ilegal.

“Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk mengembangkan investasi syariah. Tapi lemahnya literasi membuat masyarakat mudah tergiur investasi ilegal. Karena itu, edukasi keuangan syariah menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Mahyeldi saat membuka Minangkabau Sharia Investment (MiSI) 2025 di Aula Kantor Gubernur, Selasa (26/8/2025).

Gubernur juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang di pasar modal syariah yang terus berkembang. Menurutnya, instrumen seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola dengan baik.

“Kita membutuhkan anak muda yang melek finansial, mampu mengelola investasi secara cerdas, dan menjadikannya energi baru untuk menggerakkan ekonomi Sumbar,” tambah Mahyeldi.

MiSI 2025 merupakan program kolaboratif antara Yayasan Zahabat Eksyar Indonesia (ZEI), Bursa Efek Indonesia (IDX), dan BeraniKarya.id. Acara ini diikuti sekitar 100 peserta muda dengan format talkshow interaktif, menghadirkan narasumber dari IDX, OJK, dan KISI Sekuritas. Mereka memberikan pemahaman mengenai mekanisme investasi syariah, regulasi perlindungan investor, serta strategi aman berinvestasi sesuai prinsip syariah.

Direktur Eksekutif ZEI, Reza Firmansyah Hasibuan, menjelaskan bahwa MiSI 2025 menjadi sarana untuk meluruskan persepsi generasi muda tentang investasi. “Masih banyak yang menganggap investasi rumit atau bertentangan dengan syariat. Melalui MiSI, kami ingin menunjukkan bahwa pasar modal syariah adalah ruang investasi yang aman, transparan, dan sesuai nilai Islam,” ujarnya.

Acara bertema “Merdeka Finansial Tanpa Riba: Saatnya ke Pasar Modal Syariah” ini didukung oleh KDEKS Sumbar, Bank Indonesia, OJK, MES, serta komunitas mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif tentang peluang investasi, mitigasi risiko, hingga akses ke produk keuangan syariah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update