Notification

×

Iklan

7 Polisi Tersangka Usai Rantis Brimob Tabrak Pengemudi Ojol

Minggu, 31 Agustus 2025 | 07:11 WIB Last Updated 2025-08-31T00:42:03Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Rumah Sakit Pelni mencatat sebanyak 24 orang yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi harus mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Salah satunya adalah Moh Umar Amarudin, seorang pengemudi ojek online, yang mengalami luka saat mengikuti unjuk rasa.

VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo, menjelaskan pada Sabtu (30/8/2025) bahwa dari 24 korban tersebut, 19 pasien hanya membutuhkan perawatan rawat jalan. Satu pasien lain dijadwalkan keluar dari rumah sakit pada Sabtu pukul 16.00 WIB.

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Kamis (28/8) hingga Jumat (29/8) diwarnai bentrokan antara massa dan aparat kepolisian. Kejadian memuncak pada Kamis malam ketika kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob menabrak pengemudi ojol, Affan Kurniawan, yang kemudian meninggal dunia.

Beberapa jam setelah Affan meninggal di RSCM Jakarta Pusat, tujuh anggota polisi yang berada dalam rantis ditangkap dan diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Ketujuh anggota polisi tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mengenakan pakaian tahanan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat mengunjungi korban luka akibat bentrokan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pelni pada Jumat malam (29/8). Di RS Pelni, Gibran bertemu dengan Umar, yang sebelumnya sempat dikabarkan meninggal, namun ternyata masih hidup dan sadar.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran menanyakan kondisi luka Umar serta kronologi saat berada di lokasi bentrokan. Umar mengaku harus melewati jalan rawan karena banyak akses lain ditutup akibat demonstrasi. Menanggapi hal itu, Gibran mengingatkan Umar untuk beristirahat penuh. “Istirahat yang cukup, tiga hari pulang,” ujarnya kepada Umar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update