Notification

×

Iklan

Viral Jaguar Kurus di Ragunan, TMR Buka Suara

Kamis, 24 Juli 2025 | 16:02 WIB Last Updated 2025-07-24T09:02:00Z

Viral Jaguar Kurus di Ragunan

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah video yang menunjukkan seekor jaguar di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, jaguar bernama Jalu tampak kurus dan lemas, memicu kekhawatiran publik mengenai kondisi kesehatannya.

Sejumlah warganet bahkan mengusulkan agar Jalu dikembalikan ke habitat alaminya apabila pengelola taman dinilai tidak mampu memberikan perawatan yang layak.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menyayangkan banyaknya penilaian yang terbentuk tanpa mengetahui fakta dan konteks yang sesungguhnya.

“Beberapa hari terakhir beredar video yang menampilkan jaguar kami, Jalu. Sayangnya, banyak pihak langsung menarik kesimpulan tanpa memahami latar belakang sebenarnya,” jelas Wahyudi saat dikonfirmasi pada Kamis (24/7/2025).

Ia menekankan pentingnya pemahaman yang lebih luas terkait kehidupan satwa liar, khususnya yang sudah berusia lanjut. TMR, kata Wahyudi, selalu terbuka untuk dialog dan edukasi, serta terus melakukan pembenahan demi kesejahteraan satwa.

“Tidak semua satwa yang terlihat kurus berarti sedang sakit, dan yang bergerak pelan belum tentu lemah. Penting bagi kita untuk memahami lebih dalam sebelum menilai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa Jalu bukanlah penghuni baru. Jaguar jantan tersebut telah menjadi bagian dari Ragunan sejak tahun 2007, saat usianya masih 4 tahun. Kini, Jalu telah menginjak usia 22 tahun—usia yang tergolong sangat panjang untuk spesies jaguar.

“Di alam liar, jaguar umumnya hanya hidup hingga 12–15 tahun. Di penangkaran seperti TMR, usia 20 tahun sudah dianggap sangat baik. Jadi usia Jalu saat ini mencerminkan keberhasilan perawatan kami,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, seperti halnya manusia, satwa lanjut usia juga mengalami perubahan fisiologis, seperti pergerakan yang melambat, tubuh yang lebih ramping, atau stamina yang menurun. Namun, perubahan itu bukan berarti adanya pengabaian.

“TMR tetap memberikan kesempatan bagi satwa senior seperti Jalu untuk menjalani aktivitas fisik dan mental yang sesuai, seperti berjalan, berjemur, berenang, hingga memanjat. Semua ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup mereka,” ungkapnya.

Penempatan Jalu di kandang peragaan, menurut Wahyudi, juga telah melalui berbagai pertimbangan. “Kami percaya, baik satwa muda maupun yang sudah tua, semuanya berhak untuk tetap terlihat dan dihargai keberadaannya,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update