Pariaman, Rakyatterkini.com– SDN 16 Sungai Sirah di Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, menjadi sorotan di tengah masa penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Sekolah dasar ini hanya menerima satu murid di kelas I, yakni seorang siswi bernama Bilkis.
Pemandangan ini tentu tak biasa, terlebih di saat sekolah lain sedang sibuk menyambut puluhan siswa baru. Namun bagi SDN 16 Sungai Sirah, inilah kenyataan yang harus dihadapi.
Salah satu guru, Fitri, membenarkan bahwa tahun ini hanya Bilkis yang mendaftar sebagai murid kelas I. Meski demikian, ia menegaskan komitmen sekolah untuk tetap memberikan pembelajaran terbaik.
“Meskipun hanya ada satu murid, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Kami tetap semangat dan tidak mengurangi kualitas pengajaran,” ujar Fitri, Kamis (24/7).
Fenomena ini merupakan yang pertama kalinya terjadi sejak sekolah tersebut berdiri. Fitri menambahkan, pada tahun ajaran sebelumnya, masih ada delapan siswa yang mendaftar di kelas I.
“Memang tiap tahun peminatnya menurun, tapi baru kali ini hanya satu murid,” tambahnya.
Desnimar, guru senior yang telah belasan tahun mengajar di sekolah itu, mengungkapkan bahwa kondisi ini tak lepas dari jumlah penduduk yang terus menurun di sekitar sekolah. Banyak warga Desa Sungai Sirah yang merantau ke luar daerah, sehingga jumlah anak usia sekolah pun semakin menyusut.
Meski hanya sendiri di kelas, Bilkis tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti pelajaran. Ia tinggal di Batang Kapung Ampulu Tinggi, dan antusiasmenya memberi energi positif bagi para guru yang mengajar, termasuk wali kelas yang dengan penuh dedikasi membimbing siswi tunggal tersebut.
Kisah Bilkis dan SDN 16 Sungai Sirah menjadi cerminan betapa pendidikan tidak bergantung pada jumlah, melainkan pada semangat dan ketulusan dalam mendidik. Dedikasi guru serta semangat belajar Bilkis menjadi bukti bahwa pendidikan tetap bernilai, meski hanya untuk satu murid.(da*)


