Notification

×

Iklan

Hujan Tak Kunjung Turun, Masyarakat Sawahlunto Gelar Salat Istisqa di Lapangan M Yamin

Jumat, 25 Juli 2025 | 15:30 WIB Last Updated 2025-07-25T08:30:00Z

Salat Istiqa di Lapangan M. Yamin Sawahlunto.

Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Hampir enam bulan hujan tak kunjung turun di Sawahlunto. Suasana terik yang melanda kota ini mendorong umat Islam di Kecamatan Talawi menggelar Salat Istisqa’ di Lapangan M. Yamin, Talawi, Jumat (25/7/2025) sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, turut hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa’ tersebut. Ia berbaur bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN), pelajar, tokoh masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang memenuhi lapangan sejak pagi. Suasana khusyuk terasa ketika doa-doa dipanjatkan, berharap hujan segera datang sebagai rahmat dari Allah SWT.

“Kita semua berharap doa bersama ini menjadi wasilah turunnya rahmat hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Semoga Allah SWT menerima dan mengabulkan doa kita,” ujar Wawako Jeffry usai pelaksanaan salat.

Dalam beberapa bulan terakhir, cuaca ekstrem di Sawahlunto menimbulkan kekhawatiran akan risiko kekeringan dan kebakaran lahan. Lahan pertanian dan persediaan air masyarakat mulai terpengaruh akibat minimnya curah hujan.

Salat Istisqa’, yang menjadi tradisi umat Islam berdasarkan tuntunan syariat saat menghadapi musim kemarau panjang, menjadi wujud kepedulian sekaligus solidaritas umat dalam menghadapi ujian alam. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

“Salat Istisqa’ bukan sekadar ritual, tetapi sebuah kesadaran kolektif bahwa kita tidak berdaya tanpa pertolongan Allah. Semoga dengan doa dan usaha bersama, hujan segera turun membawa kesejukan bagi kita semua,” tambah Wawako.

Salat Istisqa’ di Lapangan M. Yamin ini menjadi momentum persatuan masyarakat Talawi. Dengan penuh harap, mereka mendirikan shalat dua rakaat di bawah terik matahari, memohon agar bumi yang kering ini segera dibasahi hujan.

Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak, bahwa selain doa, upaya nyata seperti menjaga lingkungan, menghemat air, dan mencegah kebakaran lahan, adalah bagian penting dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang. (ris1)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update