Notification

×

Iklan

Festival Literasi dan Pamenan Minangkabau Digelar di PDIKM

Kamis, 24 Juli 2025 | 21:31 WIB Last Updated 2025-07-24T14:31:00Z

Pematangan persiapan Festival Lierasi dan Pamenan 


Padang Panjang, Rakyatterkini.com – Akhir pekan ini, Kota Padang Panjang akan dimeriahkan oleh dua agenda budaya dan edukatif yang menarik perhatian para pecinta seni dan literasi. Festival Literasi dan Festival Pamenan Minangkabau #2 siap digelar secara hampir bersamaan, dengan pusat kegiatan berlokasi di kawasan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM).

Festival Literasi akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 25–27 Juli 2025. Sementara itu, Festival Pamenan Minangkabau dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, 26–27 Juli 2025.

Persiapan akhir kedua kegiatan ini telah dibahas dalam rapat koordinasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Padang Panjang, serta Komunitas Seni Hitam Putih selaku penyelenggara Festival Pamenan, pada Kamis (24/7).

“Kita ingin memastikan pelaksanaan dua agenda ini berjalan lancar sesuai rencana. Diharapkan masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya dapat menikmati serta ikut ambil bagian dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Dinas Kominfo, Ampera Salim.

Tahun ini, Festival Literasi memasuki edisi ketiganya. Kepala DPK Padang Panjang, Yan Kas Bari, menyebutkan bahwa festival ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang aktualisasi literasi yang memperlihatkan proses kreatif masyarakat, mulai dari membaca, menulis, hingga mengekspresikan gagasan melalui seni dan pertunjukan.

“Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan hasil literasi mereka dalam berbagai bentuk ekspresi, baik tulisan, visual, hingga performa,” jelasnya.

Festival Literasi akan diramaikan oleh 50 stand yang melibatkan unsur kelurahan, sekolah, taman bacaan masyarakat, pelaku UMKM, serta instansi strategis seperti Bulog dan Bank Indonesia. Sejumlah pejabat provinsi dan kepala DPK dari berbagai daerah di Sumatera Barat juga dijadwalkan hadir.

Di sisi lain, Festival Pamenan Minangkabau #2 yang diinisiasi oleh Komunitas Seni Hitam Putih dengan dukungan Dana Indonesiana–LPDP dari Kementerian Kebudayaan, mengangkat tema “Padusi di Rumah Gadang”. Tema ini mengangkat peran sentral perempuan Minang sebagai penjaga nilai budaya dan perekat harmoni dalam kehidupan adat.

Direktur Festival, Afrizal Harun, menjelaskan bahwa "pamenan" merujuk pada segala sesuatu yang dicintai dan dijaga oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut akan diwujudkan melalui berbagai pertunjukan seni, seperti tari, musik, dan atraksi budaya lainnya. Sebanyak 20 pamenan akan ditampilkan, sebagian besar diikuti oleh perempuan dari berbagai komunitas, termasuk organisasi Bundo Kanduang dan kelompok lansia.

Salah satu sesi penting dalam festival ini adalah “halakah budaya”, yakni forum diskusi reflektif yang mengeksplorasi peran perempuan Minangkabau dalam berbagai aspek kehidupan, baik di ranah domestik maupun publik.

Festival Pamenan juga mendapat dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Perkim LH dengan program edukasi pengelolaan sampah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.

Kurator Festival, Sahrul N, menegaskan bahwa konsep “pamenan” mencerminkan esensi kebudayaan Minangkabau yang bersumber dari Rumah Gadang. “Segala sesuatu yang dicintai dan dijaga oleh masyarakat Minang bermula dari Rumah Gadang, tempat lahirnya nilai, rasa, dan makna kehidupan,” ujarnya.

Diharapkan, kehadiran dua festival ini mampu menjadi wahana edukatif, hiburan, sekaligus refleksi budaya yang memperkuat jati diri masyarakat Minangkabau di tengah arus modernisasi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update