Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa peningkatan fasilitas dan infrastruktur untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah titik api.
“Saat ini telah tersedia dua helikopter untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), dan dalam waktu dekat jumlahnya akan ditambah menjadi tiga unit. Sementara itu, armada water bombing yang semula berjumlah tiga unit akan ditingkatkan menjadi lima dalam satu hingga dua hari ke depan,” ujar Raja Juli dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (24/7).
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengerahkan tambahan pasukan pemadam darat, termasuk personel dari TNI dan Polri, untuk memperkuat upaya pengendalian karhutla, khususnya di wilayah Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil).
Raja Juli turut mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menggunakan metode pembakaran dalam membuka lahan. Ia menekankan betapa besar dampak yang pernah ditimbulkan oleh karhutla di masa lalu.
“Kita tidak boleh lupa bagaimana Riau pernah diliputi asap tebal. Anak-anak terpaksa libur sekolah, penerbangan terganggu, dan ribuan warga menderita ISPA. Jangan sampai kejadian itu terulang kembali,” tegasnya.
Penurunan Titik Api secara Signifikan
Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, Menteri Kehutanan melaporkan bahwa jumlah titik api di Riau mengalami penurunan drastis — dari 1.300 titik pada 16 Juli menjadi hanya 116 titik pada 23 Juli 2025.
Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kerja keras para petugas di lapangan mulai membuahkan hasil. Namun, upaya ini masih harus terus diperkuat agar karhutla bisa ditangani secara maksimal,” pungkas Raja Juli.(da*)


