Dharmasraya, Rakyatterkini.com— Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengambil langkah strategis dalam mengurai konflik agraria yang tengah membelit sejumlah wilayah di daerahnya. Dalam sepekan terakhir, ia melakukan serangkaian pertemuan penting dengan pejabat tingkat pusat dan daerah.
Di antaranya, Bupati Annisa bertemu langsung dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat, serta perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pertemuan ini bertujuan mencari solusi menyeluruh atas sengketa lahan plasma yang mencuat di beberapa kawasan, seperti Sembilan Koto, Asam Jujuhan, dan area sekitar PT Bina Kampung Surau di Kecamatan Pulau Punjung.
"Permasalahan seperti ini tidak cukup ditangani hanya di tingkat daerah. Banyak izin usaha yang bersinggungan dengan hak masyarakat dikeluarkan oleh pemerintah pusat," ujar Annisa, Kamis (24/7/2025).
Selain sengketa lahan plasma, Bupati juga menyoroti persoalan tumpang tindih Areal Penggunaan Lain (APL) dengan izin pemanfaatan kawasan hutan oleh perusahaan BRM. Ia menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah pusat agar penyelesaian konflik ini berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat adat Nagari IV Koto Nan Dibawah di Kecamatan Sembilan Koto.
"Jika pemerintah pusat benar-benar berdiri bersama masyarakat, terutama warga Sembilan Koto, maka kita bisa menciptakan keadilan agraria yang berpihak kepada rakyat," tegasnya.
Annisa menyampaikan harapannya agar langkah-langkah yang telah diambil ini bisa membawa hasil konkret. Ia pun mengajak masyarakat Dharmasraya untuk turut mendoakan dan memberikan dukungan moral.
"Kita semua tentu berharap ada solusi yang adil dan bermartabat demi masa depan yang lebih baik," ucapnya.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berkomitmen penuh untuk membela hak-hak masyarakat di tengah kerumitan penguasaan lahan yang melibatkan banyak pihak. Ia memastikan bahwa perjuangan ini akan terus dikawal hingga ke tingkat tertinggi.(da*)


