Notification

×

Iklan

Strategi BNN 2025-2029 Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan SDM

Rabu, 14 Mei 2025 | 04:35 WIB Last Updated 2025-05-13T21:35:00Z

Polres Langsa memusnahkan barang bukti narkoba


Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkirakan transaksi narkoba ilegal di Indonesia bernilai sekitar Rp524 triliun setiap tahunnya. Angka ini mendorong BNN untuk memperkuat strategi nasional dalam memerangi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Untuk itu, dalam rencana strategis 2025–2029, BNN akan fokus pada peningkatan sumber daya dan infrastruktur agar penanganan masalah narkoba semakin efektif,” ujar Sekretaris Utama BNN, Irjen Pol. Tantan Sulistyana, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Pada pertemuan dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Jumat (9/5), Irjen Tantan menekankan bahwa ancaman narkoba semakin kompleks. Selain meningkatnya prevalensi penyalahgunaan, peredaran narkoba juga semakin sulit dikendalikan, baik di tingkat nasional maupun global.

Strategi BNN untuk 2025–2029, yang mengangkat tema "Bersih Narkoba untuk SDM Unggul Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045," bertujuan untuk menciptakan generasi unggul yang bebas dari pengaruh narkoba sebagai landasan untuk mencapai visi Indonesia Emas.

Strategi ini mencakup penguatan kolaborasi nasional dan internasional, peningkatan intelijen dalam pencegahan dan pemberantasan, penguatan pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir, serta peningkatan sumber daya dan infrastruktur yang memadai.

Namun, Tantan menyadari bahwa BNN masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan SDM, sarana, dan anggaran.

Menanggapi hal ini, Penasihat Menteri PPN Noor Marzuki menyoroti besarnya nilai transaksi narkoba yang mencapai Rp524 triliun per tahun. Ia membandingkan angka tersebut dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 yang hanya sebesar Rp71 triliun.

“Negara mengalokasikan Rp71 triliun untuk mendukung kesehatan anak-anak dan mencegah stunting, sementara Rp524 triliun berputar dalam perdagangan narkoba yang justru merusak masa depan mereka,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga menegaskan bahwa masalah narkoba harus diatasi secara sistematis dan komprehensif. Ia menyatakan dukungannya terhadap BNN, baik dalam hal anggaran, penguatan kelembagaan, maupun peningkatan infrastruktur.

Apresiasi atas dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom. Ia menegaskan komitmen BNN untuk terus mendukung program-program nasional, terutama dalam pemberantasan peredaran narkoba guna mewujudkan Indonesia bebas narkoba.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update