Notification

×

Iklan

PSSI Denda Hampir Rp500 Juta Akibat Diskriminasi Suporter

Minggu, 11 Mei 2025 | 14:37 WIB Last Updated 2025-05-11T07:37:00Z

Fan Timnas Indonesia mengibarkan bendera Merah 


Jakarta, Rakyatterkini.com – PSSI Dijatuhi Denda Hampir Setengah Miliar Rupiah akibat Tindakan Diskriminatif Suporter saat Laga Indonesia vs Bahrain.

Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) harus menanggung sanksi denda sebesar hampir Rp500 juta akibat perilaku diskriminatif yang dilakukan oleh sekelompok suporter dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan Bahrain. Laga tersebut merupakan bagian dari Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 25 Maret 2025. Dalam laga tersebut, Indonesia berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal dari Ole Romeny.

Namun, kemenangan tersebut diwarnai dengan konsekuensi serius. Berdasarkan laporan yang diterima dari FIFA, PSSI dinilai bertanggung jawab atas tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh sejumlah pendukung di stadion.

"Kami telah menerima surat dari FIFA dengan referensi FDD-2338 yang berkaitan dengan Pasal 15 mengenai diskriminasi," ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. "FIFA menyatakan bahwa PSSI harus bertanggung jawab atas perilaku diskriminatif para suporter saat pertandingan tersebut berlangsung."

FIFA melaporkan bahwa sistem pemantauan anti-diskriminasi mereka mendeteksi adanya seruan bernada xenofobia dari sebagian pendukung Indonesia, terutama di sektor utara dan selatan stadion, tepatnya di area Sektor 19. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-80, melibatkan sekitar 200 hingga 300 orang yang meneriakkan slogan bernada kebencian terhadap pihak lawan.

Akibat insiden ini, FIFA tidak hanya menjatuhkan denda kepada PSSI, tetapi juga memberlakukan pembatasan jumlah penonton pada laga kandang selanjutnya melawan China yang akan digelar pada 5 Juni 2025. "FIFA memerintahkan agar sekitar 15 persen kapasitas stadion, khususnya di tribune belakang gawang, tidak diisi. Kami juga diwajibkan mengirimkan rencana penempatan penonton kepada FIFA 10 hari sebelum pertandingan," jelas Arya.

Meski demikian, FIFA memberikan opsi agar kursi yang dikosongkan tersebut dapat diisi oleh komunitas tertentu, seperti kelompok anti-diskriminasi, pelajar, perempuan, atau keluarga. Selain itu, mereka diwajibkan untuk memasang spanduk bertema anti-diskriminasi di area tersebut.

FIFA juga meminta PSSI untuk menyusun strategi menyeluruh dalam memerangi diskriminasi di dunia sepak bola Indonesia. "Ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Sepak bola harus menjadi ruang inklusif yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, kemanusiaan, serta saling menghormati," tegas Arya.

Ia menambahkan bahwa edukasi dan literasi bagi suporter menjadi langkah penting ke depan guna mencegah terulangnya kejadian serupa. "Ini kerugian yang harus kita tanggung bersama, dan menjadi pembelajaran penting untuk seluruh elemen sepak bola nasional."(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update