Padang, Rakyatterkini.com – Dalam upaya meningkatkan keterampilan tenaga medis, khususnya di bidang perawatan neonatus, RSUP Dr. M. Djamil bekerja sama dengan Cinta Neo (CN) Sumatera Barat, Resneonatologi Indonesia, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat mengadakan Pelatihan Resusitasi Neonatus yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Rawat Jalan.
Acara ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Sabtu (10/5) dan Minggu (11/5), di Aula Lantai IV RSUP Dr. M. Djamil, diikuti oleh 63 peserta yang terdiri dari dokter anak, dokter umum, perawat, dan bidan. Pelatihan ini dipandu oleh instruktur yang berkompeten dan memiliki sertifikasi resmi.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. "Pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata kami dalam meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, terutama dalam penanganan keadaan darurat pada bayi baru lahir," ujarnya.
Dr. Dovy berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan di bidang neonatus dan turut mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB).
Ia menjelaskan bahwa resusitasi neonatus adalah tindakan yang sangat penting, karena dapat menjadi penentu hidup atau matinya bayi dalam beberapa menit pertama setelah kelahiran. Oleh karena itu, keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan ini secara cepat dan tepat sangatlah vital.
“Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan berfokus pada keselamatan,” tambahnya.
Direktur CN Sumatera Barat, dr. Eny Yantri, Sp.A (K), mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari. "Pada hari pertama, peserta akan mendapatkan materi mengenai soft station, sedangkan pada hari kedua mereka akan mengikuti sesi catch-up station dan megacode yang diakhiri dengan ujian," jelas dr. Eny.
Menurutnya, pelatihan seperti ini rutin dilaksanakan dengan kolaborasi berbagai pihak, dengan fokus pada topik-topik yang langsung berkaitan dengan penanganan neonatus, dan didampingi oleh instruktur berkompeten di bidangnya.
Ketua IDAI Sumatera Barat, dr. Asrawati, M. Biomed, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengadakan pelatihan guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, yang sejalan dengan program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.(da*)


