![]() |
| Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi. |
Padang Aro, Rakyatterkini.com - Penggunaan digitalisasi dalam pengelolaan keuangan adalah sebuah keniscayaan. Terlebih sistem ini tak hanya menjadi kewajiban sesuai dengan perkembangan zaman, namun juga dapat menjadikan pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel.
Itu dikatakan Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi dalam pembukaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Simda-NG/Financial Management Information System (FMIS) Modul Anggaran dan Penatausahaan, Jumat (17/2/2023).
Dalam menjalankan pengelolaan keuangan daerah berbasis elektronik sangat dibutuhkan aplikasi yang mampu mempermudah pengelolaan keuangan, baik dalam pelaksanaan, penatausahaan, dan pengawasannya.
Namun tetap sesuai dengan regulasi dan mampu berintegrasi dengan aplikasi lain yang digunakan lembaga seperti Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), kementerian keuangan, dan perbankan, kaat Yulian.
Sosialisasi dan bimbingan teknis modul anggaran dan penatausahaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata, dan terukur melalui peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah khususnya dalam penganggaran dan penatausahaan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Marfiandhika Arief mengatakan dengan terlaksananya kegiatan ini maka diharapkan akan meningkatkan pemahaman tentang pengoperasian aplikasi FMIS atau Simda-NG bagi pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran.
Dalam penatausahaan keuangan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) dari BPKP.
Dalam perkembangannnya, SIMDA berbasis desktop beralih menjadi aplikasi yang dapat diakses melalui browser atau yang sebut dengan SIMDA-NG (Next Generation). (alwis)


