![]() |
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat peresmian kantor Desa Bojongloa, Kabupaten Subang, Jawa Barat. |
Subang, Rakyatterkini.com - Gedung kantor pemerintahan Desa Bojongloa baru selesai diresmikan oleh wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Dihadiri Bupati Subang, Ruhimat, Forkopimda, Forkopimcam Kasomalang, tokoh masyarakat serta para tamu undangan.
Kehadiran wakil gubernur Jabar beserta bupati Subang, disambut dengan seni budaya Subang, yaitu Sisingaan. Rombongan di arak menuju halaman kantor Desa Bojongloa.
Kepala desa serta warga masyarakat Bojongloa terlihat antusias dan bahagia, larut dalam kemeriahan dalam penyambutan yang menampilkan kesenian sisigaan sebagai ciri khas seni budaya warga Kab.Subang, Senin 12 Desember 2022
Saat di wawancarai awak media rakyatterkini.com, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, memberikan apresiasi atas pencapaian, semangat dan kinerja kepala desa.
Dikatakan, kepala Desa Bojongloa sungguh luar biasa, ia mampu membawa warganya untuk bersatu bergotong-royong dalam membangun kantor desanya yang begitu megah.
Dengan gaya dan cara komunikasi yang dilakukan kepala desa Kades Bojongloa ini perlu dicontoh bagi kades-kades lainnya. Komunikasi yang baik dengan seluruh elemen dan unsur masyarakat yang ada, tentunya akan menghasilkan keharmonisan hingga berjalannya roda pemerintahan akan berjalan dengan baik pula.
Sementara, Bupati Subang, Ruhimat, juga memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh kepala Desa Bojongloa. "Saya pikir ini Gedung Putih yang ada di Amerika sungguh luar biasa," kata Ruhimat.
Terima kasih kepada kepala desa serta seluruh masyarakat Desa Bojongloa yang sangat luar biasa, dalam menjalin kebersamaan lewat bergotong royong hingga Gedung kantor Desa Bojongloa bisa terlaksana.
Kades Bojongloa, W Wagianto kepada rakyatterkini.com, menuturkan sumber anggaran untuk pembangunan gedung desa inu, bersumber dari Banprov selama 3 tahun sebesar Rp269.450.000, Bandes sebesar Rp30.000.000 serta iuran swadaya masyarakat Desa Bojongloa sebesar Rp992.469.000.
Total anggaran terhitung Rp1.371.919.000 dan minus sebesar Rp 80.000.000, paparnya
"Selama saya menjabat kepala desa pemasukan dari PAD tentang penerimaan dari berbagai usaha pemerintah desa untuk mengumpulkan dana untuk keperluan desa dalam membiayai kegiatan rutin/pembangunan selama saya menjabat itu nol, di karena kondisi sumber daya alamnya kebanyakan pesawahan (petani/bercocok tanam)."
Pihaknya tetap optimis dan kini merasa ada energi baru, semangat baru untuk lebih kerja keras lagi dalam menjalankan roda pemerintahan sebagai garda terdepan dalam menginplementasikan keinginan masyarakat.
"Dengan kantor desa yang nyaman, mudah-mudahan ke depan baik pelayanan admistrasi semakin baik tentunya sektor perekonomianpun dan pemberdayaan SDM yang ada akan semakin lebih baik lagi, "ujar Kades. (gerry)


