Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Warga Sunda Sumbar Bantu Program Pemerintah

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 06:00 WIB Last Updated 2022-10-15T02:02:34Z

Gubernur Mahyeldi bersama warga Sunda Sumbar.


Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengapresiasi Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumatera Barat (Sumbar) yang telah ikut membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bagi seluruh pengurus dan anggota PWS se-Sumbar.


Menurut gubernur, sosialisasi yang dilakukan PWS sudah sangat tepat sebagai upaya memberikan pemahaman bagi segenap anggota PWS Sumbar tentang pentingnya program jaminan kesehatan, khususnya bagi pekerja sektor informal serta para pengusaha yang memiliki karyawan untuk jaminan kesehatannya.


Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan untuk mengatasi keterbatasan dana kesehatan jika seandainya dirawat karena sakit.


"Mudah-mudahaan seluruh warga PWS Sumbar bisa ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan," pungkas gubernur.


Saat ini jumlah warga Sunda di Sumbar, menurut Ketua PWS Sumbar, Maman Sudarman mencapai 69 ribu orang dan 70 persen diantaranya berusaha pada sektor informal.


"Kalau mereka kecelakaan ya habis itu untuk pengobatan dan segala macamnya. Sekarang kita dengar ada BPJS Ketenagakerjaan dengan sejumlah programnya. Mudah-mudahan seluruh warga PWS tercover. Cukup dengan Rp16.900 per bulannya, akan diperoleh sejumlah manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.


Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Padang, Tetty Widayantie menyampaikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan disiapkan bagi pekerja Indonesia, baik itu tenaga kerja formal maupun informal sangat penting.


Hal tersebut, lanjut Tetty, meliputi pekerja dan keluarganya akan mendapatkan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang rentan terjadi ketika pekerja mengalami salah satu risiko kerja. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update