Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ponpes Rahmatan Lil'alamin Tolak Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Kamis, 06 Oktober 2022 | 10:21 WIB Last Updated 2022-10-06T03:21:20Z

Santri Ponpes Rahmatan Lil'alamin.


Padang, Rakyatterkini.com - Maraknya aksi terorisme dan sikap intoleran yang menghiasi Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini, secara tak langsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. 


Ini kian diperparah, karena stigma teroris kadang dikaitkan dengan Islam.


Hal tersebut mengundang perhatian kalangan tokoh masyarakat dan ulama di berbagai daerah. Karena, dalam Islam sendiri sangat menjaga bagaimana masyarakatnya menjaga hubungan antar sesama manusia baik itu antar suku, agama dan bangsa.


"Dalam Islam, menjaga silaturahmi antar sesama muslim, antar agama dan antar bangsa adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satupun pengajaran dalam Islam yang boleh menyakiti antar sesama, karena kita harus menjaga hubungan atar manusia Dan antar agama pun ada aturannya," ungkap Wakil Kepala Sekolah Pondok Pesantren Rahmatan Lil ‘Alamin International Islamic Boarding School, Solok Kota, Ustad Agung.


Lebih jauh dipaparkan, jangankan menyakiti fisik, menyakiti perasaan dan menginjak martabat seseorang sangat di larang dalam Islam.


Tidak layak dalam Islam apalagi yang muslim sejati mengucilkan hal tersebut atau memandang sebelah mata ajaran Rasullullah yang menebarkan kasih sayang.


"Ajaran Islam sangatlah sempurna terutama yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan manusia dimana dalam Islam saling menghargai dan saling menyayangi serta saling bertoleransi antar sesama, "ujar Agung.


Ia juga menyikapi, sikap intoleran yang sering dijumpai, bahkan dengan kebebasan sosial media, tentunya akan berdampak terhadap keutuhan ke binekaan di Indonesia.


Sekaitan dengan adanya aksi-aksi terorisme, bom bunuh diri, sikap intoleran dan radikalisme, menurutnya itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam.


"Jangankan membunuh orang lain, harta, martabat orang lain sebagai mana ajaran Islam, haram hukumnya jika kita menginjak-injaknya. Termasuk mencaci maki dan menjelekkan sesama manusia dan muslim sangat dilarang dalam Islam," tegasnya


"Kita mengajak umat Islam merawat kebersamaan dan kebhinnekaan dalam bingkai NKRI yang rahmatil alamin," timpa Ustad Agung.


Dikatakan, pihaknya menolak tindakan terorisme, radikalisme dan sikap intoleran yang dilakukan segelintir orang, karena itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam. (rel/gp)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update