Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Sabtu 3 Desember 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Analisis Makrososilogi, Ruang dan Waktu

Minggu, 09 Oktober 2022 | 19:20 WIB Last Updated 2022-10-09T12:23:53Z


Oleh: Fadhila Amalia

Mahasiswa Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang.


RAKYATTERKINI.COM - Apa yang dimaksud dengan makrososiologi? Makrososiologi adalah salah satu pengklasifikasian yang dilakukan oleh para ahli sosiologi. 


Pembagian yang dilakukan oleh para ahli sosiologi digunakan untuk mengklasifikasikan pokok bahasan sosiologi ke dalam dua bagian, yaitu mikrososiologi dan makrososiologi. 


Tingkat makro adalah yang terbesar dalam kelompok masyarakat, namun cakupannya tidak hanya pada masyarakat di satu tempat saja. 


Sebelum membahas lebih lanjut, kita kenali dahulu apa itu makrososiologi menurut ahli.


Menurut Randall Collins, makrososiologi pada analisisnya melibatkan kelompok sosial berskala besar dan berjangka panjang. Collins menetapkan dua faktor yang membedakan makrososiologi dan mikrososiologi, yaitu faktor ruang dan waktu. 


Faktor ruang pada makrososiologi adalah pengelompokan besar, yaitu kerumunan, organisasi, komunitas, dan masyarakat teritorial. 


Pada faktor waktu makrososiologi mempelajari gejala sosial yang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, seperti minggu, bulan, tahun, bahkan abad.


Menurut Gerhard Lenski, para ahli makrososiologi mempelajari ciri masyarakat secara menyeluruh dengan sistem masyarakat dunia.

 

Berdasarkan pemaparan mengenai makrososiologi di atas, contoh permasalahan makrososiologi pada saat ini adalah kesenjangan pendidikan. 


Kita menjumpai makrososiologi pendidikan dalam masyarakat, seperti hubungan antara pendidikan dan kelassosial, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal (kota-desa) atau pengelompokan etnik/ras.


Dapat dilihat adanya ketimpangan pendidikan dalam masyarakat, tidak ratanya kesempatan belajar pada masyarakat. Masyarakat yang bertempat tinggal di daerah kota, lebih memiliki peluang dan kesempatan besar untuk mendapat pendidikan yang layak, dibandingkan masyarakat yang bertempat tinggal di pedesaan. 


Selain itu dirasa pula ada ketimpangan kesempatan belajar bagi orang kaya dan orang yang tidak mampu. 


Selain itu beberapa contoh lainnya bisa berupa evolusionisme, konflik, perubahan social, perubahan sistem, dan perubahan stratifikasi.

 

Daftar Pustaka:

Sanderson, Stephen K. “Topik Khusus: Dasar-dasar Mikro bagi Sosiologi Makro”. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2011 (cet. Ke-6). Hal 22-26.

Soekanto, Soerjono. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sunarto, Kamanto. 2000. Pengantar Sosiologi Edisi Revisi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. (*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update