Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Kamis 29 September 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Masyarakat Nagari Lolo Geruduk Kantor Bupati Solok, Tuntut Aktifitas Tambang Biji Besi

Selasa, 20 September 2022 | 22:57 WIB Last Updated 2022-09-20T15:58:37Z

Masyarakat Nagari Lolo geruduk Kantor Bupati Solok di Arosuka.
 

Kabupaten Solok, Rakyatterkini.com - Ratusan masyarakat Nagari Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, geruduk kantor bupati dengan  menggelar aksi demo  di Aro Suka, Selasa 20 September 2022.


Massa yang menggelar aksi tersebut, mengemukakan hari ini mereka melaksanakan aksi damai terhadap tambang PT MSM eks PT GMS. Intinya, sekarang ini masyarakat sudah resah dengan aktifitas tambang dimana, sudah tidak bisa lagi menikmati air bersih saat hujan lebat.


"Kami terkendala di jalan lintas, janji-janji yang mereka sampaikan belum pernah terealisaikan sampai sekarang,” ujar Koordinator Aksi.


Dalam aksi tersebut, masyarakat  datang sekitar jam 10.30 WIB dengan menggunakan 4 bus pariwisata, di bawah pengawalan ketat dari  Polres Solok. Koordinator Aksi, Pepen Aprianto, menyampaikan bahwa masyarakat meminta Bupati Solok menutup tambang biji besi ilegal milik PT. Mineral Sukses Makmur eks PT. Global Mineral Sejahtera milik Budi Satriadi alias Budi Global di Nagari Lolo, Kecamatan Pantai Cermin.


"Karena dinilai sudah sangat mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat," tuturnya.


Selain itu, Pepen Aprianto juga mengatakan, aksi ini berkaitan dengan  tuntutan terhadap tambang biji besi PT Mineral Sukses Makmur eks PT Global Mineral Sejahtera, yang hari ini akan dilaksanakan putusan di pengadilan.


"Terhadap hal ini, kami seluruh elemen masyarakat Nagari Lolo, KAN, BPN  dan Pemerintah Nagari Lolo menolak tambang yang dikelola PT. Mineral Sukses Makmur, karena pihak perusahaan telah merampas dan menguasai secara ilegal  tanah adat dan tanah ulayat kami," tegas Pepen lagi.


Dalam aksinya itu, masyarakat juga menuntut keadilan kepada Pengadilan Negeri Koto Baru. Yakni, keadilan yang seadil-adilnya terhadap kasus hukum yang telah dilanggar perusahaan, dimana direktur utamanya Budi Satriadi harus bertanggungjawab terhadap pertambangan tersebut. 


Koodinator Orasi, Eka Putra, juga meminta perusahaan PT. Mineral Sukses Makmur untuk angkat kaki dari nagari itu. Dan, kepada pemerintah daerah mereka berharap, agar segera mencabut izin usaha PT. Mineral Sukses Makmur karena aktifitas tambang yang dilakukan perusahaan tersebut, sudah merusak lahan pertanian warga.


Bupati Solok, H. Epyardi Asda pada saat aksi berlangsung  menemui para pendemo dan berusaha meyakinkan para pendemo. Katanya, apa yang sedang dilakukan masyarakat untuk berbicara di depan umum adalah, hak setiap warga negara. Bupati berpesan kepada pendemo dalam melakukan aksinya jangan  sampai bertindak anarkis, karena nantinya akan berurusan dengan penegak hukum.


Bupati  berjanji akan membantu  tuntutan  yang diinginkan serta  memerintahkan  Asisten II Setdakab, Kadis Perizinan, KLH, dan pihak terkait ke Nagari Lolo untuk  melihat langsung, sekaligus mempelajari  terkait tuntutan para pendemo tersebut.


Bupati meminta para pendemo untuk membubarkan diri dengan tertib. Ia tidak bisa menemani lama-lama, karena hari ini orang nomor satu di bumi bareh Solok itu, harus ke Jakarta untuk menghadiri rapat.


"Insya Allah dalam  jangka satu minggu masalah ini akan rampung. Kalau tidak, kita akan minta departemen terkait dari Pusat untuk  mengambil langkah, agar menutup aktifitas perusahaan tersebut,” tegas bupati.


Selanjutnya, para pendemo membubarkan diri dengan tertib sambil berkata, "Hidup bupati, bapak bupati". Tampak hadir mendampingi Bupati Solok Asisten II, Drs. Syahrial, MM, Kadis Perizinan, Kepala Kesbangpol, Agus Rostamda, Kadis Kominfo, Teta Midra dan Anggota DPRD, Septrismen. (dd)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update