Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Hamsuardi Sampaikan Hal Ini pada Muscab KPPI Pasbar

Selasa, 02 Agustus 2022 | 21:39 WIB Last Updated 2022-08-02T14:39:04Z

Bupati Hamsuardi.
 

Simpang Empat, Rakyatterkini.com - Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Pasaman Barat, menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I tahun 2022 di Aula Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Selasa (2/8/2022).  


Kegiatan Muscab I KPPI yang dibuka Bupati Hamsuardi, turut dihadiri Ketua TP-PKK  Pasbar, Ny. Titi Hamsuardi dan Ketua GOW, Ny. Fitri Risnawanto, selaku penasehat KPPI Pasbar, perempuan dari organisasi politik ataupun partai politik, serta Ketua KPPI Provinsi Sumbar Armiati.


Dalam sambutannya, Bupati Hamsuardi menyampaikan, bahwa saat ini keterwakilan perempuan di parlemen tidak mencapai target, yakni hanya 30 persen. Dimana saat ini hanya tiga orang perempuan Pasbar yang ada di parlemen. Ia berharap dengan adanya KPPI ini, perempuan-perempuan Pasbar mampu mencapai target sebanyak 6 orang di parlemen.


"Itulah target pada tahun 2024 mendatang. Perempuan harus bisa menggali potensi diri, membangkitkan semangat diri. Karena, saya percaya perempuan bisa melakukannya," tegas Hamsuardi.


Ia juga menyatakan dukungannya sebagai bupati untuk terus mendukung kegiatan KPPI di Kabupaten Pasaman Barat, demi pembangunan masa depan daerah ini. 


Sementara itu, Ketua KPPI Sumbar Armiati menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Pasbar yang telah memberikan dukungan penuh kepada KPPI. Sekarang, katanya, bagaimana KPPI meningkatkan SDM kader perempuan, sehingga tidak hanya memenuhi kuota saja, namun diperlukan pendidikan politik.


Ia menyebutkan KPPI mempunyai tanggungjawab dalam memenuhi proporsi perempuan 30 persen di parlemen dan bertanggungjawab, agar organisasi  mampu beraktualisasi.


"Aktualisasi yang dimaksudkan adalah bahwa anggota dari organisasi ini mampu menjadi perwakilan masyarakat secara khsusus kaum perempuan, dengan kualitas dan integritas yang baik," jelas Armiati.


Ia menginginkan yang masuk parlemen nantinya harus orang baik. Jangan sampai yang terpilih cuma karena uang dan tidak punya referensi untuk kepentingan rakyat.


"Jangan mau jadi anggota dewan kalau tidak punya dasar, kita tidak lagi menjadi objek partai politik saja. Saatnya kita menjadi subjek di partai," ujarnya. (Robi)





IKLAN



×
Berita Terbaru Update