Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tiket Pesawat Kian Mahal, Ini Penyebab Rupanya

Selasa, 19 Juli 2022 | 10:00 WIB Last Updated 2022-07-19T03:00:00Z

Ilustrasi tempat penjualan tiket.


Jakarta, Rakyatterkini.com  -  Tiket pesawat kian mahal. Banyak traveler yang menunda liburan, atau pulang kampung akibat harga tiket yang makin mahal.


Harga avtur sudah terbang jauh dari awal tahun, yang membuat ongkos penerbangan juga terkerek naik. Menurut Pertamina, kenaikan harga avtur ini bermula dari konflik Ukraina dan Rusia.


"Berawal dari konflik Rusia dan Ukraina yang berdampak pada ketidakseimbangan supply dan demand," kata Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, dalam Diskusi Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAPI), seperti dilansir dari CNBCIndonesia.com, dan dikutip dari detikcom, Selasa 19 Juli 2022.


Riva menjelaskan harga avtur dipengaruhi dari harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam. Dimana pada Q1-2022 harga minyak mentah masih berada kisaran US$ 60 per barel. Melonjak naik tajam hingga di atas US$ 100 per barel, karena konflik Ukraina dan Rusia.


Hingga pada akhirnya bertahan stabil hingga posisinya saat ini di atas US$ 100 per barel, karena masih terjadi ketidakseimbangan supply dan demand.


"OPEC juga belum meningkatkan produksi, sehingga harga masih di atas US$ 100 per barel," katanya.


Selain itu, saat ini avtur juga sudah ada yang diproduksi pada kilang domestik. Hanya saja RI masih harus melakukan importasi minyak mentah, sehingga terpengaruh volatilitas harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar kurs US$.


Riva juga bicara mengenai imbas pengurangan suplai gas di Rusia membuat kilang-kilang di luar negeri lebih banyak memproduksi solar. Hal ini membuat produksi avtur pun berkurang.


Menurut catatan stok di Singapura untuk middle distillate atau minyak sulingan di Singapura tengah seperti solar dan avtur juga tengah berkurang, mencapai titik terendah dalam 5 tahun terakhir. Yang membuat harga juga semakin mahal. (*)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update