Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Jumat 1 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.852 25 101.477 2.350
sumber: corona.sumbarprov.go.id

TP PKK Sumbar MoU dengan Lima Universitas

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:02 WIB Last Updated 2022-06-22T08:02:04Z

Ketua TP PKK Sumbar, Umi Harneli saat diwawancarai wartawan.

Padang, Rakyatterkini.com - Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Barat, menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) dengan lima universitas dalam rangka mendukung Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana serta pembentukan dan perencanaan hidup masyarakat. 


Lima perguruan tinggi tersebut antara lain Unand, UBH, Universitas Baiturrahmah, UBH, dan UIN Imam Bonjol. 


Penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilaksanakan dalam peluncuran pilot project Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Menuju Keuangan Sehat Provinsi Sumatera Barat, di Kelurahan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Selasa (21/6/2022).


Ketua TP PKK Sumbar, Umi Harneli, menyampaikan arti penting program GKSTTB dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. 


Apalagi dalam laporannya, Umi menjelaskan kondisi masyarakat saat ini hanya 50 persen kepala keluarga yang memiliki jaminan kesehatan, 57 persen kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan, dan dari 140 orang ibu hamil hanya 10 orang yang memiliki tabungan untuk persiapan persalinan, serta 10 orang kepala keluarga yang memiliki asset untuk investasi.


Demi meningkatkan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan di daerah, Ummi mengimbau kepada Pemda setempat untuk meminimalisir hal-hal yang berbau pemalakan di tempat wisata.


Kelurahan Bungus adalah daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan keindahannya daerahnya, sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.


Umi berharap dengan launching Pilot Project GKSTTB ini, bertambahnya jumlah keluarga yang memiliki asuransi kesehatan, berkurangnya jumlah kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan, meningkatnya jumlah kepala keluarga yang memiliki penghasilan tetap.


Berkurangnya jumlah kepala keluarga yang tidak memiliki pekerjaan tetap, Bertambahnya jumlah Ibu hamil yang mempunyai tabungan bersalin (TABULIN), Bertambahnya jumlah keluarga yang memiliki tabungan, dan bertambahnya jumlah keluarga yang mempunyai aset untuk investasi. 


Ia juga mengatakan kunci sukses pilot project tersebut didukung dengan adanya komitmen dari berbagai elemen di tingkat nagari, antara lain melibatkan  dukungan masyarakat, perencanaan yang matang, pembekalan dan pengawasan, dukungan sumber daya manusia, pencatatan dan pelaporan, evaluasi secara berkala di setiap tingkatan. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update