Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Senin 7 November 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
104.644 209 102.063 2.372
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gubernur Harapkan Program Irigasi Terpadu Bisa Tunjang Produksi Pertanian Sumbar

Rabu, 01 Juni 2022 | 08:06 WIB Last Updated 2022-06-01T01:06:28Z

Gubernur Mahyeldi, saat membuka Seminar Penyadaran Akses Pasar Melalui Pendekatan Rantai Nilai IPDMIP Sumbar.


Padang, Rakyatterkini.com - Irigasi, pertanian terpadu serta substitusi pupuk menjadi kunci peningkatan produksi pertanian sekaligus peningkatan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat membuka Seminar Penyadaran Akses Pasar Melalui Pendekatan Rantai Nilai IPDMIP Provinsi Sumbar, yang diselenggaralan oleh Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Selasa (31/5/2022).


Program Integrated Participatory Development and Management of Irigation Project (IPDMIP) atau pengembangan dan pengelolaan irigasi terpadu yang telah berlangsung sejak 2017 silam, tahun ini diselenggarakan di 16 provinsi, termasuk diantaranya Provinsi Sumbar.


Gubernur Mahyeldi menyambut baik program IPDMIP yang tahun ini diselenggarakan di 5 kabupaten di Sumbar, yakni di Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Sijunjung dan Pesisir Selatan. Menurutnya, kehadiran IPDMIP akan mendorong kemajuan pertanian Sumbar sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.


Apalagi program IPDMIP yang memberikan perhatian pada empat komponen utama, tidak hanya membantu pada infrastruktur irigasi tapi juga membantu petani hingga akses pasar.


"Kata kuncinya irigasi. Sehingga bisa meningkatkan indek pertanian, hingga 3 kali pertahun atau 7 kali panen per dua tahun. Tentu ini bisa meningkatkan 3 kali lipat pendapatan pertanian," lanjutnya.


Meski demikian, gubernur tetap menghimbau agar dinas terkait di sektor pertanian agar terus berupaya mensosialisasikan dan mengajak para petani Sumbar agar mengoptimalkan pemanfaataan inovasi pertanian dalam hal pupuk dan pakan, sebagai subtitusi ditengah persoalan kelangkaan pupuk subsidi yang tak kunjung usai.


Termasuk juga melaksanakan pertanian terpadu seperti memanfaatkan lahan perkebunan dan disaat yang sama juga sebagai lahan peternakan.


Sementara itu, Manajer Project IPDMIP, Basuki Setia Budi menjelaskan program IPDMIP tahun ini di Sumbar mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7,1 miliar yang dibagi untuk 5 kabupaten dengan nilai bervariasi.


Secara keseluruhan menurut Basuki, program IPDMIP di 16 provinsi mendapat bantuan pinjaman dana dari Asian Developmnet Bank sebesar 600 juta dolar AS, dan dari International Fund for Agriculture Development 98,5 juta dolar AS. (mmc)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update