Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Hamsuardi Jawab Tuntutan Aliansi Mahasiswa Berunjuk Rasa

Jumat, 20 Mei 2022 | 14:58 WIB Last Updated 2022-05-20T07:58:16Z

Aliansi Mahasiswa Pasbar Berunjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Pasbar.
 

Simpang Empat, Rakyatterkini.com - Puluhan mahasiswa Pasaman Barat (Pasbar) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pasbar menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (20/5/2022). Tuntutan itu disampaikan di depan kantor bupati setempat. Kemudian, berlanjut di gedung DPRD Pasbar. 


Bupati Hamsuardi dalam menjawab tuntutan Aliansi Mahasiswa Pasbar mengucapkan terimakasih, atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa itu. Ia mengatakan, hal tersebut juga sebagai upaya menjawab secara langsung permasalahan yang disampaikan, sekaligus sebagai instrospeksinya sebagai pemimpin daerah.


"Saya yakin dan percaya apa yang disampaikan mahasiswa ini adalah demi kepentingan kita semua. Apapun yang kalian sampaikan juga sebagai introspeksi saya dalam membangun Pasbar," ucap Hamsuardi.


Soal tenggang waktu yang diberikan atas tuntutan itu lanjutnya, tidak bisa diselesaikan dalam tujuh hari. Ia meminta kelonggaran waktu, karena menyelesaikan sebuah permasalahan yang menyangkut kepentingan masyarakat, tentu banyak dan tidak mudah.


Bupati Hamsuardi setuju atas tuntutan Aliansi Mahasiswa Pasbar yang mengecam tindakan pabrik-pabrik sawit yang memanfaatkan isu tentang larangan ekspor produk minyak sawit dan CPO. Sehingga, memutuskan harga Tandan Buah Segar (TBS) secara sepihak dan sudah dilakukan pemeriksaan terkait hal itu. 


"Kami mendapat kabar, harga sawit menurun pada hari Sabtu sebelum lebaran. Sudah kita cek ke beberapa pabrik, bahkan ada satu pabrik yang tidak membongkar sawit lebih kurang 300 truk, yang menyebabkan terjadinya hal ini. Buah yang menumpuk, ada yang tidak terjual dan lain sebagainya. Pemkab Pasbar bersama DPRD akan menindaklanjuti secara tegas sebagai jawaban atas poin tuntutan pertama dan kedua," ujarnya lagi.


Selain sawit, harga pupuk di Pasbar juga mengalami kendala. Biasanya berkisar diantara 180 saat ini mencapai 400. Seperti permasalahan sawit, permasalahan harga pupuk juga harus ditindaklanjuti. 


"Insya Allah, hari ini juga kita akan ke lapangan untuk meninjau secara langsung. Berapa harga beli, berapa dia jual, dan kemana akan dia jual. Kepada masyarakat, mari kita awasi bersama," lanjutnya. 


Tuntutan aliansi mahasiswa mengenai pencopotan Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Pasbar, yang tidak mampu mengatasi permasalahan harga sawit, tentunya akan dilakukan evaluasi terkait jabatan yang diemban. Jika terjadi penyelewengan dan bekerja tidak semestinya, maka jabatan tersebut harus bersedia dicopot.


Selanjutnya, tuntutan Aliansi Mahasiswa Pasbar mengenai penetapan walinagari induk sudah dianggarkan di seluruh nagari. Kordinasi dengan kementerian tetap terjalin, terutama mengenai nagari yang diusulkan untuk pemekaran.


Di samping itu, Koordinasi Umum Aliansi Mahasiswa Pasbar, Fardian Pratama menjelaskan, masyarakat Pasbar sangat bergantung terhadap harga sawit dan harga pupuk. Meskipun Presiden RI, telah membuka larangan ekspor produk minyak sawit, namun tidak ada pernyataan mengenai jaminan harga sawit yang menjadi harapan masyarakat Pasbar.


"Kita tahu bapak sudah melayangkan surat menyampaikan surat kepada perusahaan yang ada di Pasbar. Namun, kita belum mendapatkan kejelasan selanjutnya. Kita ingin pemerintah kita memikirkan harga sawit dan permasalahan lainnya," tutur Fardian.(Robi)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update