Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wako Solok Buka Pesantren Kilat CPNS dan PPPK di Lingkungan Pemko

Senin, 25 April 2022 | 16:31 WIB Last Updated 2022-04-25T09:31:22Z

Wako Solok, Zul Elfian.
 

Kota Solok, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Solok laksanakan Pesantren Kilat bagi CPNS dan PPPK di lingkungan pemerintahan kota formasi tahun 2021, Senin 25 April 2022  di Musala Balai Kota Solok.


Sebelumnya, Pemko juga melakukan pembekalan dan wawancara ketaatan beribadah bagi CPNS dan PPPK formasi tahun 2021.


Wako dalam arahannya menyampaikan, apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Katanya, ini sangat penting bagi peserta dalam mengawali pengabdian di Kota Beras Serambi Madinah, julukan kota ini.


Selain itu, Walikota Zul Elfian juga mengingatkan kepada peserta bahwa Kota Solok memiliki 3 kata kunci yakni Berkah, Maju dan Sejahtera.


"Pertama Berkah itu syaratnya penduduknya beriman dan betaqwa kepada Allah, laksanakan perintah Allah dan Jauhi laranganNya. Oleh karenanya, kita harus serius dan tidak main-main," ungkap Wako.


Sedangkan kata kunci  yang ke dua "Maju" yang diwujudkan dengan program pembangunan, serta peningkatan estetika kota, Maju Kotanya tentu  maju masyarakatnya. 


"Selanjutnya Sejahtera kata kunci yang ke-3, jadi kalau penduduk suatu Kota sudah beriman dan bertaqwa, maka penduduknya akan sejahtera, ingin menjadikan Kota Solok sejahtera dapat kita lakukan dengan program revitalisasi pasar, pengembangan ekonomi berbasis syariah," jelas Zul Elfian.


Di sisi lain,  Kepala BKPSDM Bitel melaporkan hasil pelaksanaan wawancara ketaatan beribadah bagi 80 peserta yang terdiri dari 35 orang CPNS dan 45 orang PPPK, dengan kriteria  pertama Kemampuan baca tulis Alquran ; 28,57% lancar membaca, namun belum memahami kaedah tajwid, 63,09%, lancar dan memahami kaedah tajwid 8,33%. Yang kedua  pelaksanaan ibadah dan pengetahuan agama.


Dari hasil pelaksanaan wawancara sebagian besar peserta laki-laki belum melaksanakan sholat berjemaah di masjid, sedangkan untuk pengetahuan agama sebagian besar peserta mengungkapkan mendapat pendidikan agama dari sekolah formal dan MDA, namun masih sedikit yang mendapatkan pendidikan prioritas agama di rumah tangga. (DD)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update