Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Asahan ke Bali, Hadiri Pertemuan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia

Jumat, 25 Maret 2022 | 17:48 WIB Last Updated 2022-03-25T10:51:50Z

Bupati Asahan di Bali hadiri pertemuan aksi afirmasi bangga buatan Indonesia.


Asahan, Rakyatterkini.com - Bupati Asahan, H. Surya, bersama sejumlah kepala OPD hadiri pertemuan aksi afirmasi bangga buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat (25/3/ 2022).


Acara tersebut dibuka langsung Presiden Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri, kepala lembaga, gubernur, bupati/walikota, badan usaha milik negara (BUMN) dan undangan lainnya. 


Pada cara itu, Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan mengenai gerakan BBI yang telah diluncurkan sejak 14 Mei 2020 lalu. 


Aksi afirmasi BBI merupakan komitmen pemerintah menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta seluruh daerah mengalokasikan anggaran sebesar 40 persen untuk belanja produk lokal. 


Jokowi menyatakan sebetulnya APBN maupun APBD hingga anggaran BUMN, bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Caranya adalah dengan membeli produk-produk dalam negeri. Sayang, hal tersebut belum banyak dilakukan oleh instansi pemerintah. 


"Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Sangat disayangkan sekali kalau kita  tidak melakukan ini," ujar Jokowi.


Menurut dia, impor barang-barang itu hanya akan menguntungkan negara-negara lain. Terdapat tiga prinsip utama aksi afirmatif bagi pembelian produk dalam negeri. 


Belanja pemerintah wajib untuk produk dalam negeri, termasuk belanja barang dan jasa. Jika ada impor, maka hal tersebut menjadi pengecualian dengan besaran impor maksimal 10 persen. Untuk kementerian dan lembaga (K/L) yang mengusulkan impor harus menyampaikan kebijakan, program, dan langkah pengurangan impor sampai dengan 5 persen pada tahun 2023.


Sementara itu, Bupati Asahan H. Surya usai mengikuti pertemuan mengatakan bahwa Pemkab Asahan,  sangat mendukung langkah kebijakan yang diambil pemerintah untuk bangga menggunakan produk dalam negeri.


"Arahan bapak presiden sangat bagus. Afirmasi BBI ini akan menumbuhkan UMKM semakin meningkat dan UMKM baru akan ikut maju. Untuk produk makanan olahan, tentu saja harus terdaftar PIRT, higienis, packaging menarik dan paling penting kualitas rasa," ucap bupati.  (EKA)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update