Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemkab Pasbar Ikuti Rakorenbangda Sumbar, Sederet Infrastruktur Diusulkan

Rabu, 23 Februari 2022 | 16:25 WIB Last Updated 2022-02-24T02:03:14Z

Bupati Pasbar ikuti Rakorenbangda Provinsi Sumbar  2023.

Simpang Empat, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat mengikuti Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah (Rakorenbangda) se-Sumbar melalui zoom meeting, Rabu (23/2) di Ruang Kerja Bupati Pasbar. 


Rakorenbangda memuat usulan kegiatan pembangunan untuk RKPD 2023 oleh kabupaten/kota kepada pemerintah provinsi. Pemaparan terdiri dari penyampaian permasalahan, solusi dan usulan.


Rakor diikuti langsung oleh Bupati Pasbar Hamsuardi, Wakil Bupati Risnawanto, Sekretaris Daerah Hendra Putra, Kepala Bappeda Harnina Syahputri, Kadis PU Jon Edwar, Kadis Pariwisata Decky Syaputra, Kadis DTPHP Dody San Ismail, Kepala BPKAD Mai Bonni, Sekretaris Bappeda Ikhwandri, Perwakilan Kadispora Yosmar Difia dan stakeholder terkait lainnya.


Dalam presentasi rencana pembangunan daerah, Bupati Hamsuardi menyampaikan permasalahan di bidang kesehatan seperti kasus stunting yang ada di Pasbar beserta solusinya. Permasalahan stunting dilakukan dengan intervensi terhadap gizi sensitif yang melibatkan lintas sektor.


"Beberapa permasalahan stunting di Pasbar seperti belum optimalnya SPAM IKK Kecamatan Sungai Beremas dan Ranah Batahan. Belum tersedianya pemukiman dan sanitasi layak di Sikilang, Kajai dan Sasak, serta belum optimalnya pemanfaatan KRPL dalam pemenuhan gizi," ucap Hamsuardi.


Ia melanjutkan, masalah yang ditemui di bidang pembangunan Pasbar diantaranya, belum terpenuhinya sanitasi layak di sekolah, belum memadainya akses internet di sekolah-sekolah, serta belum tersedianya kajian tentang anak putus sekolah usia 16-18 tahun. 


Selain itu, lanjutnya, beberapa permasalahan ekonomi dan SDA Pasbar tak kalah pentingnya. Belum optimalnya produksi dan produktifitas padi, pupuk subsidi yang tidak mencukupi untuk tanaman jagung, dan rendahnya jumlah pelaku UKM yang memiliki keahlian. 


Permasalahan enterpreneur di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif serta UMKM dalam pemanfaatan teknologi.


"Dibutuhkan bantuan benih padi 1000 hektar untuk Talamau, Kinali, Ranah Batahan dan Lembah Melintang. Dibutuhkan ketersediaan pupuk subsidi untuk jagung sebanyak 50 ton untuk Kinali, Luhak Nan Duo dan Lembah Melintang. Juga dibutuhkan pelatihan membatik tulis atau batik cat untuk 70 pelaku UMKM, guna memiliki keahlian dan keterampilan, sekaligus penguasaan teknologi informasi untuk perluasan jejaring pemasaran dan bantuan permodalan," ujar Hamsuardi.


Bupati juga menjelaskan permasalahan infrastuktur dan kewilayahan di Pasbar. Kondisi jalan mantap Pasbar 67,28 persen. Dibutuhkan peningkatan jalan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, dibutuhkan akses cepat lintas kabupaten dan lintas provinsi serta minimnya sarana dan prasarana kebencanaan. 


"Ruas jalan Aia Angek Talu Pasbar - Duo Koto Pasaman 8 kilometer, ruas jalan Sigantang - Batas Sumut 27 kilometer, TPT Lubuak Puta Batang Kinali Kecamatan Kinali 200 meter," terang Hamsuardi.


Ia menambahkan, usulan APBN untuk Pasbar seperti usulan normalisasi sungai Batang Pasaman, pembangunan jembatan Masang, kawasan permukiman kumuh Kampung Padang Utara, pembangunan TPT Batang Tinggiran Sontang, pembangunan shelter, pengamanan pantai, normalisasi sungai, pengembangan food estate, pembangunan PLTS pulau panjang, serta pembangunan beberapa SPAM. (Robi)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update