Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 1 Mei 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.787 105 101.335 2.347
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Bupati Suhatri Bur Ekspose di Dumai, Si-LAWO Dilauncing

Kamis, 17 Februari 2022 | 22:11 WIB Last Updated 2022-03-03T04:46:44Z

Didampingi Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, Walikota Dumai launching Si-LAWO.


Dumai, Rakyatterkini.com - Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, melakukan sejumlah ekspose penting di Kota Dumai, Provinsi Riau. Orang wahid bumi piaman laweh itu diundang, sekaligus dalam rangka launching Si-LAWO yang dilesatkan Pemko Dumai, Rabu (17/2/2022).


Bupati Suhatri mengemukakan, pemerintahan kabupaten yang ia pimpin kini memiliki kebijakan pelayanan Disdukcapil Padang Pariaman. Yakni, perkembangan layanan online yang dikembangkan lewat kebijakan layanan Nagita. Layanan Nagita dikembangkan sejak pertengahan tahun 2019 sebagai pelaksanaan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring. 


"Layanan Nagita menghantarkan Padang Pariaman mendapatkan penghargaan Dukcapil BISA dari Menteri Dalam Negeri pada tahun 2020," tutur bupati di Balai Pertemuan Sri Bunga Tanjung, Pendopo Walikota Dumai. 


Tidak hanya itu, sambungnya, kebijakan kolaborasi pelayanan Panter juga dilakukan pemerintahannya. Adalah, pelayanan Panter merupakan pelayanan administrasi nikah terintegrasi antara Disdukcapil dengan Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Padang Pariaman. Inovasi layanan telah menghantarkan salah satu kepala KUA di Padang Pariaman, mendapatkan penghargaan di Kementrian Agama. 


Dengan layanan Panter, penduduk akan memperoleh sembilan dokumen pelayanan, meliputi dua KTP-el untuk pasangan penganten, tiga kartu keluarga untuk penganten bersama orangtua masing-masing penganten, sertifikat dari Disdukcapil-KUA, sertifikat BP4, terakhir adalah piagam ucapan selamat dari Bupati. 


"Kolaborasi layanan Disdukcapil-KUA didukung penuh oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman," sebut Bupati Suhatri Bur lagi.


Kemudian, tentang ruangan kantor Disdukcapil Padang Pariaman, dipaparkan Suhatri Bur, kalau kepala Disdukcapil, tidak memiliki ruangan kerja khusus. Ruangan kerja kepala ada di mana-mana. Ini sebagai efek dari digitalisasi pelayanan dan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik.  


"Kepala dinas bisa melakukan aktivitas di lobi, di counter pelayanan dan lain-lain," terangnya. 


Salah satu ruang yang menarik adalah ruangan prisma Dukcapil. Ruangan ini adalah command center Dukcapil, sekaligus ruang data. Di sini dipresentasikan berbagai data terkait kebijakan pelayanan, maupun hasil dari kolaborasi pelayanan. Ruangan ini dan ruangan lain ditata semenarik mungkin, sehingga membuat pegawai merasa betah berlama-lama di kantor.


Diakhir sambutannya Suhatri Bur mengundang Walikota Dumai beserta jajaran untuk melakukan kunjungan ke Padang Pariaman serta melakukan proses kerjasama yang lebih luas. Tidak hanya terbatas pada pelayanan administrasi kependudukan maupun kebijakan birokrasi. Suhatri Bur berharap, bisa diperluas kepada investasi.


Sementara itu Walikota Dumai H. Paisal, SKM, MARS menyatakan, meski  berbincang kurang dari satu jam, tapi banyak ilmu yang  diperoleh. Karena banyak pengalaman. 


"Dan saya yakin dengan tenaga Kadis Dukcapil yang luar biasa dan juga alumni dari STPDN, saya yakin kami bisa koordinasi dengan baik. Dan kami berharap biar kita mencontoh yang baik untuk masyarakat. Jangan kita studi banding tapi tidak punya hasilnya,” ujar wako.


Launching dilakukan dengan pemukulan gong tiga kali oleh Walikota Dumai. Dilanjutkan pengenalan aplikasi kepada undangan, serta penampilan fasilitasi layanan pengajuan secara daring oleh masyarakat yang difasilitasi oleh Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur. Setelah fasilitasi selesai dilanjutkan dengan penyerahan print out dokumen kependudukan kepada masyarakat oleh walikota.


Si LAWO merupakan inovasi pelayanan administrasi kependudukan secara online yang diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Dumai. Disdukcapil Kota Dumai telah menerapkan aktivitas pelayanan administrasi kependudukan berbasis aplikasi ini di tujuh kecamatan dan 33 kelurahan. Masyarakat cukup melakukan fasilitasi pelayanan secara mandiri dengan mengunggah dokumen pendukung ke aplikasi serta penyerahan dokumen pendukung di kantor kecamatan atau kelurahan.


Aplikasi si LAWO merupakan replica inovasi layanan Nagita yang dikembangkan oleh Disdukcapil Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Disdukcapil Padang Pariaman mengembangkan inovasi Nagita dengan aplikasi Dukcapil Ceria Mobile sejak pertengahan 2019. Aplikasi Dukcapil Ceria Mobile dikembangkan dalam bentuk aplikasi berbasi web dan berbasis digital. (sgr)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update