Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu 24 Juli 2022 20:00 WIB


Positif Aktif Sembuh Meninggal
103.888 23 101.514 2.351
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Ini Sosok Lisda Hendrajoni, Ketua Umum DPP Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia

Sabtu, 11 Desember 2021 | 16:10 WIB Last Updated 2021-12-11T09:10:11Z

Lisda Hendrajoni.


Painan, Rakyatterkini.com - Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, resmi memegang tumpuk kepemimpinan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia atau yang dikenal dengan Lasqi.


Tak heran Lisda menjadi perbincangan masyarakat dan para seniman qasidah, karena dianggap sebagai sosok yang paling tepat sebagai nahkoda dalam organisasi seni qasidah tersebut.


Bagi masyarakat Sumatera Barat khususnya, sosok Lisda Hendrajoni tentu tak asing lagi. Pasalnya politikus dari Partai Nasdem tersebut melenggang sebagai anggota DPR RI dari daerah Pemilihan Sumatera Barat I yang meliputi 11 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.


Lisda saat ini bertugas di Komisi VIII DPR RI yang juga bermitra langsung dengan Kementrian Agama. Dimana Seni Qasidah merupakan salah satu cara dalam menyampaikan dakwah dan syiar agama Islam. Inilah yang menjadi salah satu faktor, kenapa Lisda Hendrajoni dinilai sosok yang paling tepat sebagai Ketua Umum DPP Lasqi.


Bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sosok Lisda juga sangat fenomenal di masyarakat. Lisda juga dianggap sukses dalam menjalankan sejumlah kegiatan di TP-PKK saat menjabat sebagai Ketua TP-PKK Pesisir Selatan pada tahun 2016-2021. 


Lisda menggebrak Pesisir Selatan dengan program “Dunsanak Membantu Dunsanak” yang diluncurkan khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan membantu pemerintah dalam pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), dengan sumber dana dari masyarakat dan para perantau serta investor.


Lisda Hendrajoni juga melakukan sejumlah terobosan, sehingga memberikan semangat baru di Badan Kontak Majelis Taklim Pesisir Selatan, semasa sang suami menjabat Bupati Pesisir Selatan.


Di kalangan para seniman religi, Lisda Hendrajoni lebih dikenal dengan nama panggung Lisda Rawdha. Bahkan Lisda Rawdha sempat berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama seperti Male Voice dan tergabung dalam grup vokal Tabina 165. Bahkan dalam karir musiknya Lisda telah menerbitkan 5 Album.


Meskipun memiliki bakat seni yang mumpuni. Lisda Hendrajoni mengawali karirnya sebagai seorang pramugari di perusahaan penerbangan miliki negara. Bahkan Lisda terpilih sebagai seorang pramugari kenegaraan saat mendampingi Presiden Indonesia semasa Abdurahman Wahid (Gus Dur) hingga Megawati Soekarno Putri. 


Lisda pun menutup karirnya sebagai seorang pramugari semasa Soesilo Bambang Yudhoyono, karena saat itu bertepatan dengan pinangan dari sang suami tercinta yang hingga saat ini masih tetap setia mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Lisda terutama di bidang sosial.


Saat ini, sebagai anggota DPR RI yang juga bermitra dengan Kementrian Sosial, Lisda memiliki program sejuta alat bantu bagi kaum disabilitas khususnya di Sumatera Barat.


Namun mendapatkan jabatan sebagai Ketua Umum DPP Lasqi, juga tidak semulus yang dibayangkan. Lisda sempat isu dualisme kepemimpinan, yang berujung dengan pelaporan kepada pihak kepolisian. Meskipun Lisda bersama pengurus lainnya sudah mengantongi Surat Keputusan dari Kementrian Hukum dan HAM, masih saja terdapat sejumlah pihak yang ingin mencari kesempatan.


“Inilah adalah bentuk demokrasi dalam organisasi. Kami di kepengurusan DPP Lasqi saat ini, akan merangkul seluruh insan yang memiliki niat yang sama yakni bagaimana membesarkan dan memberikan kontribusi kepada organisasi ini. Tujuan kami hanyalah bagaimana seni qasidah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia sehingga mampu mengangkat derajat para seniman qasidah,” ungkap Lisda Hendrajoni.


Bahkan setelah menjabat sebagai Ketua Umum, Lisda Hendrajoni langsung menggelar Festival Seni Qasidah berskala Nasional, yang berlangsung pada 6 hingga 9 Desember 2021.


Festival ini merupakan yang terbesar dilaksanakan, semenjak pandemi Covid-19 di Indonesia, dan tetap dengan penerapan protokol kesehatan.


Sebagai Ketua Umum DPP Lasqi yang diakui oleh Kementrian Hukum dan HAM, Lisda hanya menyampaikan harapan agar tidak ada lagi perbedaan dalam organisasi tersebut, dan mari saling menjaga serta saling menyumbangkan fikiran bagaimana tujuan dari Lasqi dapat tercapai dikemudian hari.


“Mari kita semua bersatu dan memberikan yang terbaik untuk organisasi ini, ”pungkasnya. (baron)



IKLAN



×
Berita Terbaru Update