Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemko Sawahlunto dan Bunda PAUD akan Berikan Perhatian Khusus Terhadap RA

Sabtu, 18 September 2021 | 19:49 WIB Last Updated 2021-09-18T12:49:35Z

Walikota Sawahlunto, Deri Asta, dan Bunda PAUD foto bersama IGRA Sawahlunto. (Riswan Idris/Rakyatterkini.com)


Sawahlunto, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Sawahlunto akan selalu menggandeng guru raudhatul athfal (RA) atau Taman Kanak-Kanak (TK) untuk aktif membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi informasi.


Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak menjadi generasi yang cerdas secara otak, spiritual, dan bugar secara fisik.


Itu disampaikan WaliKota Sawahlunto, Deri Asta, didampingi Bunda PAUD Sawahlunto, Ny.Meivyta Deri Asta, saat menerima kunjungan silaturahmi Ikatan Guru Raudathul Athfal (IGRA) Sawahlunto di Pendopo Rumah Dinas Walikota, Sabtu 18 September 2021.


"Para guru RA dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi yang bagus dalam menghadapi perkembangan teknologi, "ujar Deri Asta. 


Sehingga harapannya anak-anak mampu menyerap ilmu dengan mudah dan menyenangkan serta mendapatkan pondasi agama yang kuat.


Oleh karena itu kata Deri Asta peningkatan kualitas guru adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Sebabnya pendidikan agama merupakan investasi terbesar untuk anak-anak.


Peran tersebut kata Deri Asta, salah satunya dijalankan guru yang tergabung dalam IGRA. Di mana guru harus berperan aktif membangun intelektual, kecerdasan, dan kebugaran fisik.


Sementara itu Bunda PAUD Sawahlunto, Ny.Meivyta Deri Asta menanggapi keluhan guru-guru RA saat ini, seperti anak ayam kehilangan induk.


"Kita akan carikan nanti formula yang pas bagi keberadaan RA dan guru - gurunya.Kita akan duduk bersama antara Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Sawahlunto." ujarnya.


Sebelumnya Ketua Gugus IGRA ,Sri Hartati menyampaikan , adanya dualisme dalam pembinaan RA ini, lembaganya berada dibawah naungan Kemenag sementara Gurunya dibawah Diknas.


Kemudian lanjut Sri Hartati, banyak kegiatan atau program pelatihan yang diadakan dinas tidak mengikut sertakan guru-guru RA, begitu juga sebaliknya, Kemenag juga tidak mengikut sertakan guru RA ini dalam kegiatan atau program pelatihan peningkatan kompetensi guru.


"Akibatnya adik-adik guru RA ini tidak bisa mengikuti sertifikasi kompetensi guru, "tutupnya. (Ris1)

×
Berita Terbaru Update