Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Selasa, 16 November 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.819 124 87.543 2.152
sumber: corona.sumbarprov.go.id

15.000 Siswa Positif Covid-19, Lisda Hendrajoni Desak Kemendikbudristek Hentikan PTM

Kamis, 23 September 2021 | 17:03 WIB Last Updated 2021-09-23T10:03:07Z

Lisda Hendrajoni.


Painan, Rakyatterkini.com - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengungkap sebanyak 1.296 sekolah tercatat sebagai klaster baru semenjak pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung. 


Dari data tersebut, diketahui setidaknya 15.000 siswa terkonfirmasi positif Covid-19, dengan mayoritas yang merupakan para pelajar sekolah dasar (SD).


Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni mendesak Kemendikbudristek untuk menghentikan sementara “Uji Coba” PTM yang saat ini tengah berlangsung, hingga Herd Imunity terbentuk.


“Kita meminta uji coba PTM ini segera dihentikan. Sebelumnya kami sudah sampaikan sangat fatal jika keselamatan anak malah dijadikan coba-coba. Sekarang terbukti dengan 1.296 klaster baru di sekolah. Ini harus segera dihentikan, sebelum situasi menjadi semakin parah dan anak-anak menjadi korban,” tegas Lisda Hendrajoni, Rabu 22 September 2021.


Lisda menilai Pemerintah terlalu berani untuk mempertaruhkan nyawa anak, dengan menjalankan PTM di tengah kasus pandemi yang masih terjadi pada sejumlah provinsi di Indonesia.


Tingkat vaksinasi yang dinilai masih cukup rendah di sejumlah daerah, seharusnya menjadi acuan bagi pemerintah untuk menunda proses belajar mengajar bagi anak secara tatap muka.


Terkait pelaksanaan PTM yang sudah berlangsung selama ini, Srikandi Partai Nasdem tersebut juga meminta agar segera dikaji penyebabnya sehingga menimbulkan Klaster baru di ribuan sekolah tersebut.


Sebaiknya dilakukan kajian sebab dan akibat kenapa bisa muncul klaster baru. Jadi jika memang nantinya dihentikan (PTM), saat hendak memulai kembali pemerintah sudah memiliki solusi yang tepat agar anak betul-betul dalam kondisi aman saat belajar di sekolah,” pungkasnya. (baron)

×
Berita Terbaru Update